Share

PR Pengusaha Dorong Minat Masyarakat Berkunjung ke Mal

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 08:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 320 2641708 pr-pengusaha-dorong-minat-masyarakat-berkunjung-ke-mal-rjsezZppQv.jpg Mal (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta, Ellen Hidayat menyatakan pihaknya mempunyai PR (pekerjaan rumah) untuk mendorong masyarakat agar mendatangi pusat perbelanjaan mal ditengah pandemi Covid-19.

Ellen memaparkan, dalam kunjungan pusat perbelanjaan terdapat tiga golongan pengunjung.

Adapun golongan pertama adalah pengunjung yang berani ke pusat belanja. Golongan kedua itu pengunjung yang masih ragu-ragu, dan golongan ketiga adalah pengunjung yang tidak mau sama sekali mendatangi mal.

"Yang menjadi PR APPBI DKI Jakarta tentu golongan 2 dan 3," kata Ellen di Jakarta, Kamis (3/8/2022).

"Kalau mal di Jakarta Selatan (golongan 1) biasanya pengunjungnya super berani. Kemudian golongan kedua adalah masyarakat yang masih ragu-ragu. Kelompok ini ragu ke pusat perbelanjaan karena dengar berita yang viral langsung nggak mau dateng ke mal. Lalu kelompok ketiga, kelompok yang sama sekali belum berani ke mal. Entah karena tidak di vaksin atau hal lainnya," lanjutnya.

Untuk mengurai PR tersebut, Ellen mengajak APPBI DKI Jakarta untuk membuat inovasi-inovasi baik itu kegiatan maupun dekorasi agar bisa menarik pengunjung datang ke mal.

"Jadi kita harus pinter-pinter mencari inovasi. Contohnya melakukan dekorasi-dekorasi sehingga banyak pengunjung yang datang untuk foto-foto dan tentunya berbelanja. Karena kan di masa pendemi agak susah kalau undang bintang tamu," ujar dia.

Selain itu, dia juga mendorong para retailer untuk ikut berinovasi, berkreativitas yang tinggi dan juga melihat dengan jeli kebutuhan masyarakat saat ini.

"Bilamana semua retailer secara serentak melakukan inovasi, saya rasa pergerakan ekonomi di DKI Jakarta bisa semakin cepat," imbuhnya.

Di samping itu, Ellen mengungkapkan, saat ini pengusaha mal belum sepenuhnya bangkit. "Kalau bicara untung, jujur kami masih buntung," tuturnya.

Guna meningkatkan keuntungan yang ambruk itu, Ellen mengaku, pengusaha mal mau tidak mau melakukan efisiensi operasional. Seperti contohnya pengurangan karyawan. Kendati demikian, meskipun sudah dilakukan cara itu, omset belum mencapai 100 persen.

Maka dari itu, supaya pengusaha bisa bernafas lega membangkitkan roda bisnisnya, Ellen mengharapkan peraturan kunjungan mal bisa dilonggarkan atau bahkan ditiadakan.

"Mari kita coba dulu, kalau tidak dicoba tidak tahu. Meski kita tetap prokes, bermasker, tetapi tidak ada penekanan-penakanan yang demikian yang membuat pergerakan ekonomi menjadi terhambat," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini