Share

Antisipasi Krisis Pangan, Presiden Jokowi Perintahkan Produksi Sorgum Ditingkatkan

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 320 2642079 antisipasi-krisis-pangan-presiden-jokowi-perintahkan-produksi-sorgum-ditingkatkan-fGlzB74SYn.jpg Presiden Jokowi Ingin Produksi Sorgum Ditingkatkan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi arahan perkembangan sorgum sebagai sumber karbohidrat selain beras dan terigu. Perkembangan sorgum di luas lahan sekitar 4.355 hektare dan tersebar di 6 provinsi dengan produksi 15.243 ton atau dengan produktivitas 3,63 ton per hektare.

"Pak Presiden meminta agar dibuatkan roadmap sampai tahun 2024 dan kami laporkan bahwa target dari musim sasaran tanam di 2022 adalah 15.000 hektare dan ini tentu ada pengembangan sebesar 100.000 hektare dan bapak Presiden meminta diprioritaskan untuk daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) yaitu di Kabupaten Waingapu dan di tahun 2023 dipersiapkan lahan sejumlah 115.000 hektare dan di 2024 sebesar 154.000 hektare," ujar Airlangga, di Jakarta, Kamis(4/8/2022).

Baca Juga: Antisipasi Krisis Pangan Global, Jokowi: Sorgum Bisa Jadi Alternatif Bahan Pangan

Dia menyampaikan, luas tersebut akan terus dipersiapkan oleh Kementerian Pertanian dan juga Kementerian LHK. Dari segi sorgum sendiri, harganya sekitar Rp3.500 dengan produksi sebesar 4 ton per hektare menghasilkan sekitar Rp12,5 juta, di mana biaya produksinya adalah Rp8,4 juta. Jika dibuat menjadi biji kering sosok, Rp9,2 juta per hektare dengan harga Rp15.000 dan memberikan keuntungan Rp28 juta per panen.

Baca Juga: Kurangi Impor Gandum, Presiden Jokowi Perintahkan Area Tanam Sorgum Diperluas

"Kita ketahui bahwa sorgum relatif masih terbatas, maka dari itu arahan pak Presiden, pilot project ini harus diintegrasikan dengan peternakan sapi dan tentunya dari batang pohon sorgum bisa selain untuk makan ternak, bisa juga dengan bioetanol. Presiden Jokowi melihat kebutuhan akan jagung selalu meningkat, sebesar 11,8 juta tahun ini, dan kita monitor ada 9 negara melakukan pelarangan gandum, yaitu Kazakhstan hingga 30 September, Kyrgyzstan. India, Afghanistan, Algeria, Kosovo, Serbia, dan Ukraina hingga 31 Desember," ungkap Airlangga.

Maka dari itu, Indonesia harus mengembangkan tanaman pengganti atau substitusi gandum. Indonesia memiliki beberapa alternatif selain sorgum, antara lain dari tanaman sagu dan singkong. Oleh karena itu, Jokowi mengarahkan agar dilakukan substitusi dan diversifikasi produk tersebut.

"Bapak Presiden juga meminta Kementerian Pertanian untuk menyiapkan Alsintan, dan menyiapkan ternak sehingga ekosistem sorgum bisa terbentuk di kabupaten Waingapu dan Kemenko perekonomian akan mempersiapkan roadmapnya, sekaligus juga disiapkan oleh Kementerian BUMN dan ESDM untuk kesiapan pengembangan bioetanol," tambah Airlangga.

Namun, kata Airlangga, pemerintah harus mendorong kapasitas luasan lahan yang diperluas, kontinuitas produk, dan mendapatkan offtaker. Salah satu offtaker yang dipertimbangkan pemerintah saat ini adalah industri pakan ternak. Industri pakan ternak saat ini bahan bakunya 50% jagung dan 50% protein lain.

"Tentu dari protein lain ini salah satunya sorgum bisa dijadikan untuk pakan ternak. Terkait dengan penugasan lain, BRIN diharapkan bisa terus mengembangkan varietas sorgum dan Kementerian PUPR untuk mempersiapkan kebutuhan air dalam bentuk irigasi ataupun embung di wilayah klaster pertama yang dicoba di NTB," jelas Airlangga.

Dalam klaster pertama tersebut diharapkan dalam status hari ini bisa dievaluasi dalam 100 hari karena tanaman sorgum ini adalah tanaman yang sifatnya 3 bulan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini