Share

Ancanam Resesi Tak Berlaku pada Indonesia, Ini Buktinya

Arif Budianto, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 18:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 320 2642196 ancanam-resesi-tak-berlaku-pada-indonesia-ini-buktinya-LOoq5IOrSx.jfif Ekonomi RI Diprediksi Tidak Terkena Dampak Resesi. (Foto: Okezone.com/Freepiik)

JAKARTA - Ekonom Prospera Anton Hermanto Gunawan meyakini bahwa Indonesia tidak akan masuk jurang resesi. Di mana saat ini ekonomi sejumlah negara di dunia terancam karena krisis energi, pangan dan perang Rusia-Ukraina.

Adapun, lanjut Anton, beberapa indikator ekonomi menunjukkan Indonesia memiliki kemampuan mempertahankan tren pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Menperin Kumpulkan Bos-Bos Industri, Bahas Apa?

"Memang ada ancaman resesi di Amerika dan Eropa, tapi di Indonesia berbeda. Kalau di Amerika ada masalah pada suplai logistik. Tapi di Indonesia kalau kita lihat tidak ada masalah pada demand," kata Anton pada acara MNC Forum LXV (65 th) secara daring, Kamis (4/8/2022).

Dari beberapa indikator, Indonesia juga belum terlalu ada tekanan inflasi. Walaupun inflasi meningkat, tapi lebih karena adanya kenaikan harga administrasi dan food prices. Juga beberapa win pool dan current account surplus. Juga inflasi saat ini sedang dijaga agar tidak terlalu tinggi.

Baca Juga: Krisis Global, Kementan Bahas Pangan hingga Perdagangan di G20

"Domestik demand tidak terlalu tinggi tekananya. Penjualan mobil dan motor hotel memang naik tapi masih di bawah sebelumnya. Jadi saya tidak yakin Indonesia akan masuk resesi," jelas dia.

Kendati begitu, pemerintah harus mempetimbangkan beberapa hal. Misalnya pada 2022 ini tidak ada masalah pada pendapatan karena masih ada revenue sehingga masih bisa melakukan subsidi di beberapa sektor, tapi bagaimana tahun depan. Apalagi jika resesi makin dalam, misalnya perang masih terjadi.

"Nah, apakah subsidi masih bisa dipertahankan. kalau resesi terjadi dan dunia slowdown, sehingga demand komoditi akan turun. Kita perlu pertimbangkan juga soal kompensasi kredit yang akan berakhir. apakah nanti menjadi masalah NPL ini bisa menjadi risiko," ujar dia.

Sementara itu, Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo juga menilai, ekonomi Indonesia akan bertahan dengan baik. Hal ini merupakan optimisme bersama yang perlu dibangun sehingga iklim usaha tetap tumbuh baik.

"Beberapa negara telah terpengaruh kondisi dunia, tapi saya sangat yakin ekonomi Indonesia kuat," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini