Share

Pembangunan IKN Nusantara Butuh 1,14 Juta Tenaga Konstruksi

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Sabtu 06 Agustus 2022 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 470 2643201 pembangunan-ikn-nusantara-butuh-1-14-juta-tenaga-konstruksi-D5v3dKuSLg.jpg IKN Nusantara butuh banyak tenaga konstruksi (Foto: PUPR)

JAKARTA - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Nusantara yang diproyeksi membutuhkan 1,14 juta tenaga konstruksi. Diharapkan kebutuhan tenaga konstruksi tersebut dapat dipenuhi dari Sumber Daya Manusia (SDM) Kalimantan Timur (Kaltim).

"Pembangunan IKN masih banyak kekurangan tenaga ahli konstruksi, sementara Kaltim sebagai provinsi yang menaungi IKN, diharapkan dapat memenuhi SDM sebagai tenaga ahli konstruksinya," ujar Anggota DPR RI Dapil Provinsi Kaltim Hetifah Sjaifudian dilansir dari Antara, Sabtu (6/8/2022).

Hetifah yang merupakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini mengatakan untuk mencukupi kekurangan tenaga ahli konstruksi tersebut bisa dilakukan dari dua pola. Pertama adalah memberdayakan ahli konstruksi yang sudah ada di kabupaten/kota provinsi tersebut.

Pola kedua adalah mencetak tenaga ahli konstruksi baik dari jenjang SMK maupun perguruan tinggi, terutama melalui SMK PK (Pusat Keunggulan) dengan mengedepankan vokasi (penguasaan keahlian terapan).

"Tantangan sekolah vokasi ada pada mismatch atau ketidakcocokan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja, terlihat saat ini proporsi pengangguran terdidik masih menjadi yang terbesar, sehingga ini harus menjadi perhatian semua pihak," ucap politisi Partai Golkar itu.

Dua hari sebelumnya saat ia dan Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Kiki Yulianti bertemu para kepala sekolah se-Kaltim di SMKN 4 Balikpapan, yang dilanjutkan pertemuan dengan rektor dan direktur politeknik se-Kaltim di Politeknik Negeri Balikpapan, Hetifah juga mengatakan hal yang sama.

Pertemuan di SMKN 4 Balikpapan bertajuk Rapat Koordinasi Kebijakan Pendidikan dalam Pengembangan Kualitas SMK diadakan Balikpapan, karena kota ini merupakan penyangga IKN.

Dalam kesempatan itu Kiki menyatakan pada 2020 di Kaltim terdapat 20 SMK PK, bertambah menjadi 23 pada 2021, kemudian bertambah 14 sekolah pada 2022 sehingga menjadi 37 SMK PK.

"Dari 37 SMK PK tersebut, tercatat ada 35 SMK yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka yang 33 SMK diantaranya sudah mendaftar di platform Merdeka Mengajar," ujar Kiki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini