JAKARTA - Produsen peralatan rumah tangga PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) membukukan rugi periode berjalan senilai Rp8,93 miliar di semester I-2022. Capaian itu menyusut 19,01 persen dari posisi rugi periode sama tahun lalu sebesar Rp11,03 miliar.
Kondisi tersebut dipicu karena ada peningkatan pendapatan bersih total mencapai Rp277,83 miliar, alias lebih tinggi 2,02 persen yoy.
Sebagian besar penjualan terserap di pasar domestik sebesar Rp269,72 miliar, yang mayoritas dikontribusikan dari alat masak alumunium, disusul pipa PVC, fitting, talang air, hingga perabotan rumah tangga plastik. Sementara penjualan ekspor hanya memperoleh pemasukan senilai Rp2,96 miliar.
Performa paruh pertama tahun 2022 ini membuat rugi per saham dasar LMPI terpangkas menjadi Rp8,86, dari sebelumnya Rp10,94. Demikian laporan keuangan LMPI di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (8/8/2022).
Sejalan dengan kenaikan penjualan, beban pokok perseroan ikut terdongkrak mencapai total Rp246,09 miliar. Namun, beban penjualan tampak menyusut, yang berasal dari pengurangan biaya pengangkutan hingga pemasaran. Di sisi lain, biaya gaji dan kesejahteraan karyawan mengalami kenaikan mencapai Rp14,47 miliar.
LMPI memiliki total aset senilai Rp706,59 miliar per 30 Juni 2022. Posisi itu lebih tinggi 0,35 persen dari akhir 2021 senilai Rp704,07 miliar. Adapun kewajiban pembayaran alias liabilitas naik 2,40 persen menjadi Rp487,52 miliar, sementara modal atau ekuitas menyusut 3,91 persen menjadi Rp219,06 miliar.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.