Ia menyebut, pertumbuhan ini dapat terealisasi seiring dengan pemulihan ekonomi, utamanya saat telah diizinkannya mudik lebaran 2022, serta pelonggaran peraturan mengenai Pemberlakukan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM).
“Sehingga trafik pada ruas-ruas tol yang dikelola perseroan dapat tumbuh signifikan,” kata Koentjoro.
Selain itu, pertumbuhan ini disebabkan karena bertambahnya ruas-ruas baru seperti Tol Binjai – Langsa Seksi 1 (Binjai – Stabat) dan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2 (Seulimeum – Jantho).
Sementara itu, dari sisi konstruksi, Hutama Karya juga terus melanjutkan pembangunan ruas-ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), di mana sudah mulai memasuki fase akhir untuk tahap 1 yang nantinya dapat segera menghubungkan kota-kota besar di Sumatera, sehingga dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi di sana ke depannya.
Saat ini, Hutama Karya masih fokus dalam penyelesaian JTTS di 8 ruas tol tahap I. Adapun, progres masing-masing ruas tol tersebut yakni Tol Sigli – Banda Aceh (74 Km) dengan total progres konstruksi mencapai 90,54%, Tol Indrapura – Kisaran (48 Km) dengan progres konstruksi 54,55%, Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (143 Km) dengan progres konstruksi 63,94%, dan Tol Sp. Indralaya – Muara Enim Seksi Indralaya – Prabumulih (65 Km) dengan progres konstruksi 76,08%..
Selanjutnya, Tol Padang – Sicincin (38Km) dengan progres konstruksi mencapai 45,3%, Tol Pekanbaru – Pangkalan (65 km) Seksi Pekanbaru - Bangkinang (40 Km) dengan progres konstruksi 83,58% dan Seksi Bangkinang - Pangkalan (25 Km) dengan progres konstruksi 62,33%.
Serta, Tol Bengkulu – Taba Penanjung (17,6 Km) dengan progres konstruksi 100%, serta Tol Binjai – Langsa seksi Binjai – Pangkalan Brandan (58 Km) dengan progres konstruksi 58,07%.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.