Tahap-tahapan ini juga disesuaikan dengan proses pembangunan infrastruktur pendukung untuk Pelabuhan Kijing.
Misalnya pembangunan dan pelebaran jalan yang menghubungkan Kijing-Pontianak.
"Penutupan Pelabuhan Pontianak, kita berharap ada pelebaran jalan dari pelabuhan Kijing ke Pontianak karena 70 persen kargo di pelabuhan Pontianak berasal dari daerah sekitarnya dan 30 persen di dareai-dareh sini (Mempawa)," tuturnya.
Pada 1 Januari 2022, lanjut Arif, pihaknya akan memindahkan sebagian kegiatan petikemas dari Pontianak ke Kijing.
Relokasi tersebut sejalan dengan izin operasional Pelabuhan Kijing secara menyeluruh yang diperoleh Pelindo dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Sebelumnya, perseroan hanya mengantongi izin operasional sementara.
"Suda beroperasi penuh saat ini, artinya pelabuhan ini bisa digunakan, dan izin resmi kemenhub sudha kami terima, kalau dulu sementar, sekarang permanen. Terkait penutupan Pontianak, ada persyaratan jalannya sudah dilebarkan, dan ultimate-nya ada jalan tol yang menghubungkan Singkawang dan Pontianak," jelasnya.
Saat ini berbagai kegiatan bongkar muat sudah dilakukan di Pelabuhan Kijing. Adapun kegiatan tersebut salah satu diantaranya adalah pengiriman CPO.
"Saat ini juga sudah dipakai, meskipun saat konstruksi kita sudah pakai, dan untuk curah cair sudah kita dapatkan izin permanen, dan sekitar 900.000 ton suda melalui Pelabuhan ini. Untuk itu bukan hanya untuk keluar masuk CPO, tapi juga ada kegiatan hilirisasi di sekitar pelabuhan ini," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.