Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Strategi BEI Bantu Calon Emiten Jadi Perusahaan Terbuka

Anggie Ariesta , Jurnalis-Rabu, 10 Agustus 2022 |17:49 WIB
Strategi BEI Bantu Calon Emiten Jadi Perusahaan Terbuka
Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa pipeline IPO saat ini masih ada sekitar 28 calon emiten yang sedang proses.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, artinya memang pihaknya meng-encourage perusahaan untuk IPO.

Bukan hanya menunggu proses dokumen, tapi bursa juga secara aktif mempersiapkan edukasi.

"Kami menyiapkan pengetahuan bagi perusahaan yang mau IPO dengan tenaga pengajar dan profesi penunjang untuk membantu perusahaan. Dari BEI juga menyiapkan sosialisasi bagi emiten juga dibantu konsultan-konsultan profesional penunjang pasar modal sehingga bisa memudahkan Bursa dan OJK," ungkap Iman dalam konferensi pers peringatan 45 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, Rabu (10/8/2022).

 BACA JUGA:Investor Pasar Modal Tumbuh, BEI Targetkan 55 Emiten Baru hingga Akhir 2022

Iman menambahkan bahwa BEI sedang menyiapkan papan baru, yakni new economy untuk perusahaan rintisan yang punya kapitalisasi jumbo.

Adapun nantinya papan akselerasi ini bakal setingkat dengan papan utama.

Diketahui, papan utama diperuntukkan bagi perusahaan besar dengan rekam jejak keuangan yang baik.

"Beberapa perusahaan yang memiliki kapitalisasi besar tapi kondisinya sebagai startup belum memungkinkan profit sehingga kita menyiapkan papan new economy yang setara dengan papan utama," jelasnya.

Menurut Iman, secara kondisi keuangan perusahaan rintisan memang belum mencetak untung, tapi nilai pasarnya bisa sangat signifikan karena valuasinya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan POJK Nomor 22/POJK.04/2021 terkait Multiple Voting Shares atau saham dengan Hak Suara Multipel (HSM), yang membuka jalan perusahaan rintisan untuk masuk ke pasar modal.

Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK Inarno Djajadi bilang, penerbitan POJK ini sebagai respon atas perkembangan new economy.

"Terutama bagi perusahaan yang memiliki inovasi dan pertumbuhan tinggi yang terus membutuhkan pendanaan sampai mencapai visi misi perusahaan," kata Inarno.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement