Share

Tenang! Mendag Pastikan Harga Mi Instan Tak Naik 3 Kali Lipat

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Rabu 10 Agustus 2022 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 320 2645424 mendag-tegaskan-harga-mi-instan-tak-naik-3-kali-lipat-CsBgaqji28.JPG Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menangkis pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo soal harga gandum bisa mendongkrak harga mi instan tiga kali lipat.

Menurutnya, negara-negara penghasil gandum seperti Australia, Kanada dan Amerika kini sudah kembali panen.

"Enggak (naik), dulu kan gagal panennya seperti Australia, Kanada, Amerika, sekarang panennya sukses. Apalagi sekarang Ukraina sudah boleh jual," kata Mendag saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (10/8/2022).

 BACA JUGA:Harga Mi Instan Mau Naik 3 Kali Lipat, Mentan Berkali-kali Ingatkan Mahalnya Gandum

Bahkan, dia memprediksi harga gandum secara global akan merangkak turun pada September 2022 mendatang.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut dampak perang antara Rusia - Ukraina terhadap rantai pasok bahan makanan mulai terasa di Indonesia.

Dia bahkan memproyeksi harga mi instan bakal naik hingga tiga kali lipat. Itu karena Indonesia bergantung pada impor komoditas dari dua negara. Sehingga kenaikan harga pangan berbasis impor tak bisa dihindari.

"Jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu, maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini," ujar Mentan dalam webinar bersama Ditjen Ditjen Tanaman Pangan, Senin (8/8/2022).

Mentan menjelaskan ketersediaan gandum dunia sebetulnya ada, namun adanya konflik global yang membuat masalah pada rantai pasok bakal membuat harga gandum menjadi mahal.

"Ada gandumnya, tetapi harganya akan mahal bangat, sementara kita impor terus ini, kalau saya jelas tidak setuju, apapun kita makan saja, seperti singkong, sorgum, sagu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini