Share

Wall Street Dua Arah, Indeks Nasdaq dan S&P 500 Tertekan

Antara, Jurnalis · Jum'at 12 Agustus 2022 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 278 2646380 wall-street-dua-arah-indeks-nasdaq-dan-s-p-500-tertekan-51BqXAitMZ.jpg Wall Street Berakhir Beragam. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Kamis. Di mana indeks Nasdaq dan S&P 500 turun di tengah realisasi Federal Reserve yang agresif meningkatkan suku bunga untuk menjinakkan kenaikan harga konsumen, meski inflasi kemarin mengalami penurunan.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 27,16 poin atau 0,08% menjadi 33.336,67 poin. Indeks S&P 500 turun 2,97 poin atau 0,07% menjadi 4.207,27 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 74,89 poin atau 0,58% menjadi ditutup di 12.779,91 poin.

Baca Juga: Inflasi AS Turun Jadi 8,5%, 3 Indeks Utama Wall Street Kompak Menguat

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor perawatan kesehatan dan konsumer non-primer masing-masing melemah 0,71% dan 0,66%. Sementara itu, sektor energi melonjak 3,19 persen, menjadikannya kelompok berkinerja terbaik.

"Ini adalah hasil IHK yang lebih baik kemarin dari yang diharapkan dan hasil IHP yang lebih baik pagi ini dari yang diperkirakan oleh para analis. Jadi sesuai dengan tema itu, bahwa puncak inflasi telah terjadi karena energi terus menurun," kata Kepala Perdagangan Amerika, George Catrambone, dikutip dari Antara, Jumat (12/8/2022).

Baca Juga: Wall Street Melemah, Indeks Nasdaq Anjlok 1,19%

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat klaim pengangguran awal AS mencapai 262.000 dalam pekan yang berakhir 6 Agustus, meningkat 14.000 dari tingkat revisi minggu sebelumnya. Angka tersebut mendekati level tertinggi sejak November, mengindikasikan berlanjutnya moderasi di pasar tenaga kerja.

Sebuah laporan terpisah dari departemen itu menunjukkan indeks harga produsen (IHP) AS turun 0,5% pada Juli. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan kenaikan 0,2%.

Penurunan IHP meningkatkan taruhan di pasar berjangka bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada September, bukannya 75 basis poin seperti yang diperkirakan pada awal pekan.

S&P 500 dan Nasdaq melonjak lebih dari dua persen pada Rabu (10/8/2022) setelah data harga konsumen yang lebih lemah dari perkiraan. Tetapi para pembuat kebijakan telah meninggalkan sedikit keraguan bahwa mereka akan memperketat kebijakan moneter sampai tekanan inflasi benar-benar mereda.

Dengan pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pelemahan karena jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik untuk minggu kedua berturut-turut, Nasdaq berbalik lebih rendah karena investor mempertanyakan kekuatan ekonomi.

Adapun saham perbankan memperpanjang reli mereka dengan Goldman Sachs dan JPMorgan Chase & Co masing-masing terdongkrak 1,1% dan 1,5%.

Saham-saham dengan pertumbuhan tinggi yang telah reli pada Rabu (10/8/2022) jatuh, dengan Tesla Inc merosot 2,6% dan Amazon.com Inc jatuh 1,5%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini