JAKARTA - Kebutuhan gandum kian mengkhawatirkan usai terjadinya perang Rusia-Ukraina. Dampaknya dapat mendorong kenaikan harga-harga seperti mi instan.
Untuk itu, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Franciscus Welirang menyatakan siap mendukung upaya pemerintah dalam menggunakan bahan substitusi ketika pasokan gandum terganggu akibat adanya konflik Rusia-Ukraina.
Menurutnya, sorgum merupakan tanaman asli Indonesia yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan pangan nasional.
"Kita dengan Pak Mentan SYL memperbincangkan banyak hal, tapi intinya bagaimana kita saat ini bisa mengembangkan bahan baku lokal seperti sorgum. Jadi, nanti ada program pengembangan tanaman sorgum bersama-sama," ujar Franky dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/8/2022).
Franky mengatakan, pengembangan sorgum sangat penting dilakukan untuk mensubtitusi tepung terigu berbahan gandum impor yang saat ini mulai sulit didapatkan akibat berbagai krisis global.
Baca Juga: Dampak Rusia-Ukraina Ancam Pasokan Gandum, Bagaimana Nasib Indonesia?
Lebih lanjut Franky mengungkapkan Indofood sebagai salah satu pelaku Industri pangan berbasis gandum menurut Franky siap melakukan proses pengolahannya dan pemerintah konsentrasi pada ranah produksi.
"Pertanian dalam bidang budidaya dan kami (pengusaha) dalam bidang prosesnya. Apalagi produk tepung ini kan berkembang terus, akan ada produk baru yang berkembang. Yang pasti inisiasinya dari Kementan," sambungnya.