Share

Perbandingan Harga BBM di Asean, Lebih Murah Mana dengan Bensin Indonesia?

Rizky Fauzan, MNC Portal · Rabu 17 Agustus 2022 10:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 17 320 2649358 perbandingan-harga-bbm-di-asean-lebih-murah-mana-dengan-bensin-indonesia-RvhFDkHpcG.jpg Perbandingan Harga BBM di Asean. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia masih lebih murah dibandingkan negara lain di ASEAN. Negara dimaksud seperti Thailand, Vietnam dan Filipina.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tidak merinci harga BBM jenis apa yang diperbandingkan.

Baca Juga: Terkuak Alasan Jokowi Anggarkan Subsidi BBM hingga Rp502 Triliun

"Di negara lain misal Thailand, di Rp 19.500 (per liter), Vietnam Rp 16.645 per liter. Filipina Rp 21.352 (per liter). Sehingga kita relatif masih di bawah negara ASEAN lain," kata Airlangga dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2023, Selasa (16/8/2022).

Dia menuturkan bahwa pemerintah telah menggelontorkan APBN dalam jumlah tidak sedikit untuk subsidi BBM, yakni lebih dari Rp 502 triliun.

Baca Juga: Jokowi Bilang Pemberian Subsidi BBM Rp502 Triliun Agar Harga Bensin Tidak Tinggi

Tujuannya, kata dia, agar harga sejumlah jenis BBM seperti Pertalite dan Pertamax masih di bawah harga keekonomian dan ramah kantong konsumen. Hal ini menjadi salah satu cara untuk menahan kenaikan angka inflasi.

"Kita lihat harga keekonomian Pertamax Rp15.150 per liter. Namun kita masih memberikan harga eceran Rp12.500 per liter. Demikian juga Pertalite, harga keekonomiannya Rp13.150 per liter, ecerannya masih Rp7.650 per liter," katanya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Adapun subsidi BBM ini dijaga agar tidak menimbulkan laju inflasi tinggi seperti yang sekarang terjadi di banyak negara.

Airlangga mengatakan bahwa pemerintah terus mengerahkan tim pengendalian inflasi pusat dan daerah untuk mendorong agar program kebijakan terkait keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi juga komunikasi secara efektif dengan masyarakat.

"Sehingga tentu tantangan hyperinflation (Hiperinflasi) kelihatannya bisa kita tangani di tahun ini. Demikian pula di tahun depan," kata Menko Perekonomian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini