Share

Mitra Investindo (MITI) Rencanakan Rights Issue 2 Miliar Saham

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Kamis 18 Agustus 2022 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 278 2649873 mitra-investindo-miti-rencanakan-rights-issue-2-miliar-saham-oGS5hGldhZ.jfif Rencana Rights Issue Saham MITI. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - PT Mitra Investindo berencana menambah modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Dalam prospektus perseroan akan menerbitkan sebanyak 2 miliar saham atau sebesar 81,87% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan perseroan dengan nilai nominal Rp50 per saham.

Sementara itu, harga pelaksanaan akan ditetapkan pada waktunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PT Prime Capital Asia (PAC) yang merupakan pemegang saham utama dan pemegang saham pengendali perseroan dengan kepemilikan 69,32% menyatakan tidak akan melaksanakan HMETD yang menjadi haknya dan akan menyerahkan seluruh haknya kepada PT Inti Bina Utama (IBU).

Baca Juga: Kioson Komersial Berencana Rights Issue 358 Juta Saham

Adapun, IBU merupakan pemegang saham utama tidak langsung dari PAC dan pengendali dari PT Perusahaan Pelayaran Samudra Karana Line (PSKL). IBU menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang diterima dari PAC, dengan penyetoran tunai pada pelaksanaan PMHMETD yang dilaksanakan perseroan.

“Selanjutnya IBU akan menjadi pemegang saham pengendali berdasarkan Perjanjian Pendahuluan, yang ditandatangani antara PAC, IBU dan perseroan,” demikian tertulis dalam prospektus yang dirilis perseroan, dikutip Kamis (18/8/2022).

Baca Juga: Bank NOBU Rencanakan Rights Issue 630 Juta Saham

Dari dana hasil rights issue, perseroan akan menggunakan sebesar Rp 178 miliar untuk melakukan pengambilalihan 64.350 saham atau 99% PT Pelayaran Karana Line (PKL) dan dan sejumlah 17,5 juta saham atau 70% saham PT Karya Abdi Luhur (KAL).

Kemudian, sisa dana rights issue setelah dikurangi dengan biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja perseroan, termasuk untuk meningkatkan kepemilikan perseroan ke entitas anak, yang nantinya akan digunakan oleh entitas anak untuk mendukung kegiatan usahanya.

Manajemen perseroan menjelaskan, setelah dilakukan akuisisi aset perseroan akan meningkat sebesar 101,83% dari Rp 172,11 miliar menjadi Rp 347,38 miliar. Sedangkan, liabilitas meningkat 172,68% dari semula Rp 31,76 miliar menjadi Rp 86,60 miliar.

Selanjutnya,ekuitas yang semula tercatat sebesar Rp 140,36 miliar menjadi Rp 260,78 miliar atau meningkat sebesar 85,80%. Begitu pun dengan pendapatan perseroan yang akan meningkat menjadi sebesar Rp.156,17 miliar.

Akuisisi yang dilakukan melalui rights issue ini dilakukan, karena perseroan melihat pengembangan usaha logistik terpadu merupakan potensi yang dapat dikembangkan. Oleh karena itu, MITI merencanakan untuk melakukan pengembangan kegiatan usaha terpadu di bidang transportasi laut baik melalui pengangkutan laut, logistik, dan jasa bongkar muat (stevedooring).

Hal itu guna melengkapi kegiatan usaha yang dilaksanakan Perseroan melalui PT Wasesa Line (WL) yang merupakan entitas anak perseroan, yang mengoperasikan dan menyewakan kapal milik sendiri maupun kapal milik ketiga, yang sebagian besar melayani produksi minyak lepas pantai terutama pelayanan industri migas.

Adapun, pelaksanaan rights issue akan dilakukan setelah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar pada 9 September 2022. Dengan demikian, pelaksanaan rights issue paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaksanaan RUPS. Cahya Puteri Abdi Rabbi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini