Share

Bank NOBU Rencanakan Rights Issue 630 Juta Saham

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 07 Juni 2022 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 07 278 2607333 bank-nobu-rencanakan-rights-issue-630-juta-saham-zbLeObaVgW.jfif Bank Nobu bakal right issue. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) berencana melakukan Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD II)) atau right issue.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (7/6/2022), Bank milik Lippo Group ini akan menggelar rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 630 juta saham baru dengan nominal Rp100.

Nilai tersebut setara dengan 12,5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue.

 BACA JUGA:Panca Mitra (PMMP) Anggarkan Right Issue untuk Tambah Pabrik

Sesuai dengan Rencana Bisnis Perseroan, perseroan berencana untuk melakukan pembelian gedung perkantoran dan memanfaatkannya secara efisien guna mendukung kegiatan usaha Perseroan.

PT Star Pacific Tbk (LPLI), yang akan melakukan penyetoran dalam bentuk selain uang (inbreng) pada saat pelaksanaan rights issue ini dengan aset berupa Gedung Graha Lippo di Lippo Village, Tangerang, senilai Rp368 miliar.

PT Putera Mulia Indonesia akan bertindak sebagai Pembeli Siaga dengan penyetoran dalam bentuk uang yang total nilainya, bersama dengan pelaksanaan HMETD miliknya, sampai dengan sejumlah saham setara dengan sebanyak-banyaknya Rp35 miliar.

James Tjahaja Riady selaku pemegang 99,99% saham perseroan akan mengeksekusi haknya dan sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Jika terdapat sisa saham baru yang tidak diambil oleh pemegang HMETD maka pembeli siaga yang akan melaksanakan kewajiban penyetorannya untuk mengambil bagian atas sebagian sisa saham yang tidak diambil bagian oleh pemegang HMETD.

Apabila setelah pelaksanaan HMETD oleh pemegang HMETD, alokasi pemesanan saham tambahan oleh pemegang HMETD dan penyetoran oleh Pembeli Siaga sesuai komitmennya, masih terdapat sisa saham, maka saham tersebut tidak akan diterbitkan dari portepel.

Manajemen Bank Nobu mengatakan, rencana inbreng merupakan transaksi afiliasi bagi perseroan, namun bukan transaksi benturan kepentingan dan tidak mengakibatkan terganggunya kelangsungan usaha perseroan. Sebagian dari ruangan di aset LPLI setelah terlaksananya Inbreng akan disewakan oleh kepada LPLI.

Bank Nobu akan menggelar RUPS pada 14 Juli 2022 untuk meminta persetujuan rencana rights issue ini. Aksi korporasi akan digelar setelah dapat restu RUPS dan izin dari OJK.

Dana rights issue akan digunakan untuk membeli aset LPLI dan sebagai modal kerja untuk ekspansi kredit.

Adapun pemilik saham Bank Nobu saat ini terdiri dari PT Kharisma Buana Nusantara 21,73%, PT Prima Cakrawala Sentosa 18,88%, PT Matahari Department Store Tbk 15,82%. OCBC Securities Pte Ltd 11,2%.

Nomura Securities Co Ltd 9,31%, Lippo General Insurance 7,33%, Graha Mandirikharisma 3,57%, James Riady 2,15% dan sisanya dimiliki publik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini