Share

Inflasi Terkendali karena APBN Pertahankan Harga BBM

Feby Novalius, Okezone · Kamis 18 Agustus 2022 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 320 2649977 inflasi-terkendali-karena-apbn-pertahankan-harga-bbm-2QOYxHB6Z0.jfif Menko Airlangga Bilang Inflasi RI Terkendali. (Foto: Okezone.com/Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mencatat laju inflasi Indonesia masih terkendali. Meski berdasarkan catatan BPS, inflasi Indonesia mencapai 4,9%.

Dlaam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2022 dengan tema “Sinergi Untuk Stabilisasi Harga dan Ketahanan Pangan Nasional”, Airlangga mengungkapkan bahwa pengendalian inflasi tahun ini dilaksanakan dalam suasana penuh tantangan.

Baca Juga: Gubernur BI Ungkap Penyebab Inflasi RI Capai 4,9%

“Baru saja kita berhasil melewati pandemi Covid-19, tekanan lainnya kembali muncul dari kondisi inflasi global yang meningkat karena adanya dirupsi rantai pasok maupun kenaikan harga komoditas. Tekanan inflasi juga terjadi di Indonesia,” ujar Airlangga, Kamis (18/8/2022).

Namun demikian, Airlangga mengatakan bahwa Indonesia patut bersyukur, di tengah peningkatan inflasi berbagai negara, sebagaimana juga disampaikan Bapak Presiden sebelumnya bahwa Inflasi Indonesia cukup terkendali.

Baca Juga: Tanya Laju Inflasi ke Kepala Daerah, Jokowi: Jangan Gelagapan!

“Terkendalinya inflasi kita saat ini salah satunya karena langkah kebijakan APBN mempertahankan harga energi domestik (shock absorber),” ujarnya.

Selain itu, tentunya pencapaian ini juga salah satu hasil dari sinergi yang kuat antara Pemerintah Pusat, Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah dalam wadah TPIP-TPID dalam melakukan extra effort implementasi berbagai program kebijakan pengendalian inflasi. Dalam kesempatan ini kami selaku Ketua TPIP juga menyampaikan apresiasi atas segenap upaya seluruh pihak baik pimpinan kementerian/lembaga maupun kepala daerah tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam menjaga stabilisasi harga sampai dengan saat ini.

TPIP & TPID telah melaksanakan berbagai program kebijakan dalam kerangka 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif) sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan menjaga daya beli masyarakat.

Terkait keterjangkauan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah telah memberikan stimulus ekonomi berupa penyaluran bansos baik dari APBN maupun APBD serta pemberian subsidi untuk komoditas energi.

“Selanjutnya dalam menjaga ketersediaan pasokan, antara lain dilakukan dengan menjaga Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog di level 1 s.d 1,5 juta ton. Sementara terkait dalam upaya peningkatan produktivitas maupun penguatan kelembagaan, fasilitasi akses pembiayaan dilakukan melalui KUR Sektor Pertanian dan pemanfaatan Sistem Resi Gudang,” ujarnya.

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian juga dioptimalkan dengan mempercepat dan mempermudah penyalurannya termasuk menyesuaikan dengan karakteristik usaha pertanian, serta didukung pula dengan pendampingan yang intensif kepada pelaku usaha pertanian. Target pembiayaan KUR sektor pertanian pada tahun 2022 sebesar Rp90 Triliun, meningkat dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp70 Triliun.

Sementara untuk menjaga kelancaran distribusi, salah satu program strategis yang terus diupayakan oleh daerah yakni Kerjasama Antar Daerah (KAD).

“Dapat kami laporkan bahwa jumlah KAD ini terus meningkat dimana pada tahun 2021 terdapat 93 KAD dan menjadi 111 pada tahun Triwulan-1 2022,” ujarnya.

Kedepan, tentunya TPIP-TPID akan terus melakukan berbagai program kebijakan pengendalian inflasi yang adaftif dan inovatif sebagai upaya menjaga stabilisasi harga dan mewujudkan ketahanan pangan nasional dalam rangka mengakselerasi pemulihan ekonomi yang semakin kuat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini