Share

Melihat Sejarah Uang Rupiah yang Dicetak oleh Bank Indonesia, Penuh Perjuangan

Rina Anggraeni, Okezone · Jum'at 19 Agustus 2022 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 622 2650589 melihat-sejarah-uang-rupiah-yang-dicetak-oleh-bank-indonesia-penuh-perjuangan-cCtfZnETPT.jpg Sejarah Uang (Foto: Freepik)

JAKARTA- Melihat sejarah uang rupiah yang dicetak oleh Bank Indonesia menarik diulas. Uang Rupiah yang dimiliki masyarakat tidak dibuat dan disebarkan secara sembarangan. Ada proses yang cukup panjang dalam merencanakan dan mencetak uang Rupiah, baik kertas maupun logam.

Masyarakat biasanya mengetahui bahwa Bank Indonesia (BI) merupakan lembaga yang berwenang dalam mencetak uang Rupiah. Namun, ternyata tidak hanya BI saja yang berperan, ada lembaga lain yaitu Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri).

Melihat sejarah uang rupiah yang dicetak oleh Bank Indonesia ini tidaklah mudah. Sebab, di Indonesiaberedar banyak mata uang. Biasanya di masing-masing wilayah kerajaan, mata uangnya berlainan.

Saat kolonial Portugis dan Belanda datang, di awal abad 16, mulai beredar mata uang berbahan perak seperti pasmat dan real. Seabad berselang, beredar lagi mata uang macam schelling, stuiver, rijksdaaler, gulden dan dukat atau dukatoon yang kemudian berubah pelafalan jadi “duit”.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Jelang VOC atau Kongsi Dagang Hindia Timur bubar pada 1799, pemerintah kolonial Belanda menerbitkan uang kertas dan koin dari tembaga yang disebut uang bonk. Di satuan-satuan mata uang baru itu, ada sisipan tulisan “INDÆ BATAVORUM”.

Sempat pula beredar mata uang LN yang berasal dari kependekan Louis Napoleon pada periode 1806-1811 dan kalau mau tahu dari mana sebutan rupiah yang jadi mata uang kita saat ini, asal muasalnya dari periode kolonialisme Inggris 1811-1816.

Saat itu, pemerintah kolonial Inggris mengedarkan uang rupee Jawa yang tulisannya dicetak dengan aksara Jawa dan Arab. Sebelum resmi dicetak di nusantara atau dulu masih namanya Hindia Belanda, sempat eksis mata uang ringgit.

Baru pada 1913, De Javasche Bank, bank pertama di Hindia Belanda, meresmikan mata uang baru yang berlaku di seluruh daerah pendudukan Hindia Belanda. Namun semua itu harus berubah total saat Jepang masuk ke Hindia Belanda pada 1942.

Segala yang berbau Belanda dilenyapkan. Termasuk uang gulden yang kemudian diganti dengan rupiah Jepang dengan uangnya bertuliskan bahasa Indonesia dan Jepang.

Pasca-Proklamasi 17 Agustus 1945, muncul gagasan membuat mata uang nasional pertama yang berlaku di semua wilayah kedaulatan RI. Pembahasan serius baru terlaksana medio Oktober 1945 oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Lalu kegiatan mencetak uang Rupiah yang dilakukan Bank Indonesia berdasarkan rencana cetak dalam periode tertentu.

Rencana tersebut mencakup rencana jumlah nominal dan jumlah lembar Uang Rupiah kertas, serta rencana jumlah nominal dan keping Uang Rupiah logam.

Sesuai amanat UU Mata Uang Bank, Indonesia menunjuk Perum Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia untuk melakukan pencetakan uang Rupiah.

Perum Peruri merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) satu-satunya yang bergerak dalam bidang pencetakan Uang Rupiah.

(RIN)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini