Share

The Perfect Storm Hantam Ekonomi Dunia, RI Masih Kuat!

Michelle Natalia, Sindonews · Sabtu 20 Agustus 2022 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 20 320 2651243 the-perfect-storm-hantam-ekonomi-dunia-ri-masih-kuat-3CLOZGuJMA.jpg The Perfect Storm Hantam Ekonomi Dunia. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia impresif dengan mencapai 5,4% di kuartal II-2022. Namun pada tahun ini dunia dihadapkan pada tantangan multidimensi yang memiliki kompleksitas tinggi yakni The Perfect Storm atau 5C yakni Covid-19, Conflict, Climate Change, Commodity Prices, dan Cost of Living.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, krisis dan ketidakpastian global berdampak pada disrupsi rantai pasok global serta menyebabkan krisis pangan, energi, dan keuangan.

Baca Juga: Sri Mulyani Tambah Anggaran PUPR Rp27 Triliun, Menteri Basuki Siap Selesaikan Proyek IKN

"Lembaga IMF juga telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2022 dari 3,6% menjadi 3,2% dan memproyeksikan inflasi yang lebih tinggi," ujar Airlangga di Jakarta, dikutip Sabtu (20/8/2022).

Pemerintah memberikan respon yang cepat terhadap kondisi krisis global tersebut dan terus melanjutkan upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional. Bauran kebijakan extraordinary yang diambil Pemerintah membuahkan kinerja impresif dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai sebesar 5,01% (yoy) pada Q1-2022 dan terus melanjutkan performanya pada Q2-2022 yang tercatat sebesar 5,44% (yoy), bahkan berdasarkan PDB harga konstan sebesar Rp2.924 triliun pada Q2-2022 tersebut mampu melampaui capaian sebelum pandemi.

“Pertumbuhan ekonomi kita extraordinary dan mampu mencapai 5,44%, lebih baik dari banyak negara lainnya. Hal tersebut dapat kita capai karena kita menangani Covid-19 dengan jalur yang berbeda dari negara lain,” ungkap Airlangga.

Baca Juga: Ngeri! 60 Negara Terancam Bangkrut karena Utang

Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi pada Q2-2022 didukung dengan capaian tertinggi pada sisi produksi yang berasal dari lapangan usaha transportasi dan perdagangan yang meningkat 21,27% (yoy). Sedangkan pada sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada ekspor barang dan jasa yang meningkat hingga 19,74% (yoy) dengan adanya peningkatan harga komoditas serta penguatan kapasitas output. Capaian tertinggi disusul Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 5,51% (yoy) yang mengindikasikan pulihnya optimisme dan daya beli masyarakat pasca pandemi.

Peningkatan nilai ekspor memberikan kontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi sekaligus memperlihatkan capaian surplus neraca perdagangan. Pada Q1-2022, neraca perdagangan tercatat mengalami surplus sebesar USD9,33 miliar dan pada Q2-2022 menorehkan surplus sebesar USD15,55 miliar atau meningkat 148,01% (yoy).

Neraca perdagangan Indonesia telah konstan mengalami surplus selama 27 bulan berturut-turut dengan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia pada bulan April 2022 dengan nilai ekspor mencapai USD7,56 miliar.

Dengan terjaganya stabilitas surplus neraca perdagangan, tingginya cadangan devisa, dan rasio utang yang masih berada pada level aman dapat diindikasikan bahwa sektor eksternal Indonesia tumbuh dengan baik dan terkendali.

Selain itu, leading indicator lain juga turut menunjukkan perbaikan yang signifikan seperti tingkat inflasi per Juli 2022 yang terjaga pada kisaran 4,94% atau relatif lebih rendah dibanding banyak negara lainnya, Indeks Keyakinan Konsumen tetap berada dalam zona optimis di angka 123,2, serta Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 204,9 atau meningkat 8,7% (yoy).

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Iklim dunia usaha juga kian menunjukkan optimisme dalam pemulihan yang ditandai dengan Purchasing Manager’s Index (PMI) yang terus tercatat mengalami ekspansi lebih kuat pada bulan Juli dengan capaian sebesar 51,3 poin. Dari sisi kredit perbankan juga mengalami pertumbuhan mencapai sebesar 10,66% secara tahunan pada Juni 2022.

Capaian ini bahkan melampaui capaian kredit sepanjang 2021 yang tumbuh 5,2%. Pertumbuhan kredit diikuti dengan rasio NPL yang tetap terjaga di kisaran 3,04% secara bruto dan 0,85% secara neto. Perbaikan penyaluran kredit tersebut terutama ditopang oleh kredit produktif yaitu kredit modal kerja dan kredit investasi, serta sebagian besar sektor ekonomi.

Dengan keberhasilan yang diperlihatkan dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah Indonesia juga telah mendapatkan apresiasi dari negara-negara lain dan lembaga internasional, diantaranya yakni pengakuan atas sistem pertanian dan pangan yang tangguh serta swasembada beras melalui penggunaan teknologi inovasi padi dari International Rice Research Institute.

Perserikatan Bangsa-Bangsa juga telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara selain Jerman, Denmark, Bangladesh, Barbados, dan Senegal dalam Champions Group of the Global Crisis Response Group (GCRG) yang ditugaskan secara proaktif untuk merumuskan berbagai kebijakan global dan menavigasi krisis multidimensional terutama mengatasi krisis pangan, energi, dan keuangan.

Selain itu, sebagai Presidensi G20 tahun ini, Indonesia juga dihadapkan pada harapan global dalam memimpin dan mengakselerasi pemulihan perekonomian dan keuangan global pasca pandemi serta mampu menghadirkan concrete deliverables sebagai solusi dan aksi nyata untuk harapan hidup yang lebih baik.

Kemudian, Indonesia juga kembali terpilih sebagai Chairman ASEAN 2023, sehingga melalui kepemimpinan Indonesia juga diharapkan mampu mengatasi tantangan dan risiko dalam pemulihan ekonomi kawasan serta menciptakan ekonomi kawasan yang lebih kuat, kompetitif, dan berkelanjutan.

“Pencapaian pertumbuhan ekonomi yang signifikan ini didukung oleh kebijakan Pemerintah yang bersifat people-first. Pemerintah menempatkan diri sebagai masyarakat untuk mempertimbangkan bagaimana dampak yang akan dirasakan oleh masyarakat akibat dari keputusan-keputusan yang akan dan telah diterapkan,” ujar Menko Airlangga.

Menyongsong momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia dan melalui sinergi dan kinerja yang responsif serta kolaborasi seluruh elemen bangsa, hidup dan penghidupan seluruh masyarakat serta ketahanan bangsa diharapkan dapat terus terjaga dan mampu memantik keberlanjutan percepatan pemulihan perekonomian nasional.

“Saya yakin bangsa ini dan kita semua memiliki kapasitas yang tangguh untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan. Dengan keyakinan yang kuat, kita bersama akan mampu membawa bangsa ini untuk terus tumbuh lebih baik dalam mengisi kemerdekaan, demi mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera,” tegas Airlangga

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini