Share

SKK Migas: Blok Rokan Punya Cadangan Cukup Besar

Risky Fauzan, iNews · Senin 22 Agustus 2022 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 22 320 2652325 skk-migas-blok-rokan-punya-cadangan-cukup-besar-ovmD7hhjL5.jpg Blok Rokan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sangat yakin perihal produksi minyak siap jual atau lifting di Blok Rokan yang dapat menyaingi capaian lifting Blok Cepu.

Hal itu disebabkan lantaran Blok Rokan masih menyimpan segudang potensi migas yang bisa dikembangkan lebih lanjut.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa Blok Rokan memiliki potensi untuk kembali menduduki posisi atas dalam kontribusi lifting minyak nasional dan mengalahkan Blok Cepu yang saat ini berada di posisi pertama. Pasalnya, Blok Rokan mempunyai cadangan yang cukup besar untuk dikembangkan kembali.

"Potensi akan menyalip, karena Blok Rokan cadangannya cukup besar mengenai keekonomian pemerintah dalam hal kebijakan sangat mendukung pengembangan dan investasi migas," kata Soetjipto dalam daring acara Energy Corner, Senin (22/8/2022).

Soetjipto mengatakan bahwa pemerintah kini tidak lagi hanya bicara mengenai bagi hasil migas namun yang pertama adalah upaya peningkatan produksi. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mendukung kemandirian energi dan terciptanya lapangan kerja.

"Ketiga, multiplier effect kaitannya untuk kontribusi nasional yang lain aspek perpajakan sekarang sangat fleksibel. Government mengenai perhitungan selalu mendukung agar selalu ekonomis dalam mengelola blok tersebut," kata dia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dia berharap produksi Blok Rokan pada tahun depan ditargetkan dapat mencapai 170-180 ribu barel per hari (bph). Salah satunya melalui pengeboran masif dan agresif serta kerja sama dengan pihak lain untuk pengembangan sumur idle.

"Pemerintah sudah targetkan 1 juta barel di 2030 tentu saja potensinya akan tidak hanya dari Cepu tetapi dari kegiatan pengembangan EOR di WK-WK yang lain yang kita harapkan cukup besar. Jangka panjang pengembangan migas non konvensional yang sat ini mulai dilirik dari luar negeri dan dalam negeri untuk ekspor lebih dalam potensi Indonesia dalam minyak konvensional," kata dia.

Sebagaimana diketahui, produksi minyak nasional saat ini ditopang oleh dua blok jumbo, yaitu Blok Rokan dan Blok Cepu. Adapun lifting Blok Cepu saat ini berada di level 160-170 ribu barel per hari (bph), sementara Blok Rokan sekitar 160-165 ribu bph.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini