Share

Jokowi Minta Pengusaha Jeli Melihat Peluang Bisnis Pangan di Tengah Krisis dan Perang Rusia-Ukraina

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 23 Agustus 2022 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 23 320 2652613 jokowi-minta-pengusaha-jeli-melihat-peluang-bisnis-pangan-di-tengah-krisis-dan-perang-rusia-ukraina-3Gipk9AYhi.jpg Presiden Jokowi Ajak Kadin Manfaatkan Peluang Bisnis di Tengah Krisis Pangan dan Perang. (Foto: Okezone.com/Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk memanfaatkan peluang investasi di sektor pangan. Peluang ini terbuka di tengah ancaman krisis pangan akibat ketidakpastian ekonomi global karena pandemi Covid-19 dan Perang Rusia-Ukraina.

"Dalam situasi sesulit apapun, pasti ada peluang dan yang bisa menggunakan peluang itu adalah entrepreneur, wirausahawan, bapak ibu sekalian nggak ada yang lain," ungkap Jokowi saat memberikan pengarahan kepada KADIN Provinsi Se-Indonesia, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (23/08/2022).

Baca Juga:ย 7 Fakta 60 Negara Bangkrut dan 345 Juta Jiwa Terancam Kelaparan

"Peluangnya apa? ada krisis pangan ya berarti peluangnya ada di pangan. Kalau jualan pangan paling cepat sekarang ini," tambah Jokowi.

Adapun Jokowi membeberkan beberapa waktu lalu China meminta beras 2,5 juta ton dan Arab Saudi juga minta 110 ton beras. Saat ini, lanjut Jokowi, pemerintah belum berani dan dilakukan penghentian.

Baca Juga:ย The Perfect Storm Hantam Ekonomi Dunia, RI Masih Kuat!

Jika produksinya melompat, karena banyaknya pengusaha terjun ke industri pangan, Jokowi bilang bisa saja melimpah dan pemerintah bisa ekspor dengan harga yang sangat visible dan harga yang sangat baik.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain itu, ada peluang substitusi impor. Barang-barang yang pemerintah impor mau tidak mau dengan situasi ini harus dihentikan supaya devisa tidak habis untuk membayar impor.

"Yang masih impor apa? gandum, 11 juta ton. Di Indonesia gak bisa nanam gandum, gak bisa. Ya, campurannya gandum, gandum bisa dicampur cassava, sagu dan lainnya. Jadi saya mengajak Kadin NTT, tanam sorgum, NTT tuh tempatnya sorgum," tegas Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menunggu Kadin untuk membuka peluang industri pangan lainnya seperti jagung karena permintaan banyak baik dari dalam maupun luar negeri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini