Share

Obligasi Sosial Bank Bukopin Diharapkan Dorong UMKM

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 30 Agustus 2022 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 30 278 2657466 obligasi-sosial-bank-bukopin-diharapkan-dorong-umkm-huZVvmpJSy.jpg Obligasi Sosial Bank Bukopin. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) dan lnternational Finance Corporation (lFC) menerbitkan obligasi sosial. Hal ini diharapkan memberi kontribusi kepada Indonesia, khususnya regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah terkait dari Kementerian Keuangan, Kementerian BKPM/Investasi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Mewakili Menko Luhut Binsar Pandjaitan, Direktur Bidang Koordinasi dan Pertambangan Kemenko Marves, Septian Hario Seto mengatakan, penerbitan obligasi sosial ini merupakan suatu langkah yang baik untuk private sector bank di Indonesia.

Baca Juga: Bank KB Bukopin (BBKP) Terbitkan Obligasi Sosial Senilai Rp4,4 Triliun

"Saya kira ini adalah salah suatu langkah yang penting dalam recovery ekonomi Indonesia atau secara Covid-19. Jadi saya kira momentum ini yang harus kita jaga ke depannya," kata Septian dalam Peresmian Sosial Bond KB Bukopin di Hotel Langham Jakarta, Selasa (30/8/2022).

Menurut Septian, salah satu kunci pemulihan ekonomi ini adalah terus menjaga daya beli masyarakat, bisa mengendalikan harga-harga terutama di dalam tantangan global saat ini.

Baca Juga: KB Bukopin Meriahkan Car Free Day (CFD) Jakarta dengan Promosi Program D'Star Anniversary

"Salah satu kunci saya kira untuk menjaga momentum pertumbuhan ini adalah bagaimana kita terus bisa mendorong industri UMKM. Pemerintah terus mendorong digitalisasi UMKM, mendorong mereka masuk ke e-commerce, mendorong mereka berjualan dengan baik, dukungan modal, memberikan relaksasi dalam restrukturisasi perbankan dan pemerintah meluncurkan Bangga Buatan Indonesia," jelas Septian.

Adapun belanja pemerintah, lanjut Septian, sudah lebih dari Rp1.000 triliun setiap tahunnya. Sehingga kalau saat ini kita bisa dorong belanja di sektor UMKM, Septian kira industri ini akan bertumbuh lebih besar.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Jadi saya kira apa yang dilakukan IFC dan KB Bukopin hari ini pada saat meluncurkan social bond ini adalah langkah yang sangat baik karena penyaluran kredit nya bisa mendorong sektor UMKM terutama yang industri mikro, sehingga momentum pertumbuhan kita terjaga dengan baik dan berkelanjutan sampai tahun depan," pungkasnya.

Pinjaman dari obligasi sosial tersebut sejalan dengan program yang sedang disosialisasikan oleh pemerintah terkait keuangan berkelanjutan (sustainable finance) yang merupakan salah satu topik dari isu 6 prioritas di bidang keuangan yang diangkat pada Presidensi G20 Indonesia.

Adapun skema obligasi sosial tersebut berasal dari IFC senilai USD300 juta atau Rp4,41 triliun (kurs Rp14.713 per USD). Obligasi sosial tersebut terdiri dari dua tahapan yaitu tahapan pertama berupa pinjaman USD240 juta atau Rp3,53 triliun yang dipinjam dari KB Kookmin Bank Co., Ltd. (KBHQ) dan tahap kedua pinjaman langsung kepada KB Bukopin senilai USD60 juta atau setara Rp882,78 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini