Share

Mendag Pastikan Harga Telur Ayam Turun 2 Minggu Lagi

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Selasa 30 Agustus 2022 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 30 320 2657673 mendag-pastikan-harga-telur-ayam-turun-2-minggu-lagi-JMmremA0Af.JPG Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. (Foto: MPI)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa harga telur ayam akan turun dalam waktu dua minggu ke depan.

Oleh karena itu diharapkan masyarakat tidak khawatir berlebihan.

"Kita sudah undang para pelaku di sektor ini, mereka bukan kata saya, yang meyakinkan sekali kepada kami bahwa ini temporer nggak sampai 2 minggu sudah turun," ujar Mendag saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (30/8/2022).

Berdasarkan Info Pangan Jakarta hari ini, telur ayam ras masih menyentuh Rp31.000 - Rp33.000/kg.

 BACA JUGA:Harga-Harga Bahan Pokok Naik, Telur Masih di Atas Rp30.000/Kg

Padahal kata Mendag, harga normal telur ayam di pasaran itu seharusnya Rp27.000 - Rp29.000/kg.

"Memang sekarang harga normalnya itu Rp27.000 - Rp29.000/kg. Jadi nanti (harga sekarang) akan bergeser ke harga tersebut. Karena modalnya itu Rp24.000/kg," jelasnya.

Lanjut Mendag menjelaskan, kenaikan harga telur ayam di pasaran itu lantaran imbas dari afkir dini yang terjadi pada 2021 silam tepat saat masa pandemi covid-19.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Saat itu harga telur ayam di tingkat pengecer jatuh sampai Rp 14.000/kg. Dengan harga segitu, para peternak merugi karena ongkos telur mereka berkisar Rp24.000/kg.

Hingga akhirnya para peternak melakukan afkir dini yakni memotong induk ayam dijadikan ayam potong.

Kemudian, faktor pemicunya lainnya yakni karena adanya bantuan sosial (bansos) pemerintah kepada masyarakat yang salah satu isi sembakonya telur ayam. Ditambah, bansos tersebut dirapel tiga bulan dalam waktu lima hari.

Sehingga permintaan melebihi produksi.

"Yang kedua, memang Mensos (Menteri Sosial) tidak memberi (bansos) telur tapi memberikan bantuan (uang tunai) kepada daerah, dan daerah menjadikan itu bantuan dalam bentuk pangan dan itu rupanya kesepakatan antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Sosial dulu. Karena telur dulu nggak laku. Nah kebijakannya diteruskan walaupun zaman sudah berbeda. Jadi program keluarga harapan (PKH) bantuannya dibelikan pangan antara lain telur," paparnya.

Dia pun menambahkan kegiatan masyarakat sudah kembali normal.

Hal itu dibuktikan dari kunjungan restoran yang dipenuhi pengunjung.

Sehingga mengakibatkan kenaikan permintaan telur ayam oleh pelaku industri makanan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini