Share

Fokus Perkembangan Digital, MNC Asia Holding (BHIT) Cetak Kenaikan Pendapatan 51%

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 02 September 2022 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 02 320 2659364 fokus-perkembangan-digital-mnc-asia-holding-bhit-cetak-kenaikan-pendapatan-51-kG4JrM3NRp.jpg Pendapatan MNC Asia Holding Meningkat. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) semakin meningkatkan kapabilitas digitalnya. Terlihat dari Laporan Keuangan Juni 2022, Perseroan mencatat kenaikan pendapatan bersih sebesar 51,0% di sektor iklan digital media dari sebelumnya Rp 889,2 miliar menjadi Rp 1.342,8 miliar, dan melonjak 217,0% di sektor jasa keuangan digital dari Rp 45,8 miliar pada H1-2021 menjadi Rp 145,1 miliar pada H1-2022.

Di sisi lain, pendapatan dari bisnis non-core media Perseroan mengalami penurunan pada iklan non digital dan TV berbayar satelit, masing-masing sebesar 12,7% dan 28,8%. Perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih dari Rp1.045,1 miliar pada H1-2021 menjadi Rp1.056,0 miliar di H1-2022.

Jika dibandingkan QoQ, pada kuartal kedua tahun ini pendapatan digital dari sektor media dan jasa keuangan masing-masing meningkat 7,0% dan 9,8% menjadi Rp694,1 miliar dan Rp 75,9 miliar dibanding pada Q1-2022, serta melambung 22,2% dan 789,0% jika dibandingkan dengan Q2-2021.

Baca Juga: MNC Asia Holding Paparkan Strategi Ekspansi

Dengan demikian, kontribusi pendapatan digital Perseroan naik dari 11,0% menjadi 17,9% pada akhir Juni 2022, dan berhasil mencatatkan peningkatan sebesar 33,5% dari Rp576,7 miliar pada Q2 -2021 menjadi Rp770,0 miliar pada Q2-2022. Dibandingkan dengan Q1-2022, pendapatan konsolidasi Perseroan meningkat 2,7% menjadi Rp4.215,5 miliar pada Q2-2022.

Adapun nilai tersebut terkoreksi 7,6% dari Rp4.562,6 miliar di Q2-2021. Sedangkan laba bersih Perseroan bergeser dari Rp 554,5 miliar pada Q1-2022 menjadi Rp501,5 miliar pada Q2-2022.

“Dengan inisiatif konsolidasi aset digital unit bisnis, didukung dengan penguatan infrastruktur digital dan eksplorasi potensi teknologi terkini, MNC Asia Holding sudah berada pada jalur yang tepat dan siap berkompetisi lintas batas internasional. Saya sendiri bertindak sebagai CEO, akan memastikan akselerasi pertumbuhan BHIT. Ke depannya, Perseroan menyasar peningkatan dominasi dan terus berinvestasi di sektor digital, menghasilkan inovasi-inovasi baru dan terdepan,” Direktur Utama MNC Asia Holding, Hary Tanoesoedibjo, Jumat (2/9/2022).

Baca Juga: Bertransformasi, MNC Asia Holding Akan Tumbuh Lebih Kuat

Bulan lalu, BHIT juga melakukan perubahan nama dari PT MNC Investama Tbk menjadi PT MNC Asia Holding Tbk. Hal ini untuk mencerminkan perkembangan Perseroan yang tidak hanya telah merambah pasar internasional, tapi menitikberatkan komitmennya pada transformasi digital di setiap lini usaha, visi yang jelas, serta teamwork yang kuat. Ekosistem digital terintegrasi yang dimiliki MNC Asia Holding menjadi katalis pertumbuhan bisnis dan fondasi kokoh bagi Perseroan yang berlabel multinasional, dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Perseroan juga melakukan perampingan pada bisnis non inti, terutama bisnis non digital.

Selain itu, Perseroan melakukan perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris

• Komisaris Utama (Independen) : Agung Firman Sampurna

• Wakil Komisaris Utama : Darma Putra

• Komisaris : Liliana Tanoesoedibjo

• Komisaris : Valencia Herliani Tanoesoedibjo

• Komisaris Independen : Ricky Herbert Parulian Sitohang

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Direksi

• Direktur Utama : Hary Tanoesoedibjo

• Wakil Direktur Utama : Susanty Tjandra Sanusi

• Direktur : Tien

• Direktur : Natalia Purnama

• Direktur : Jiohan Sebastian

• Direktur : Henry Suparman

• Direktur : Yudi Hamka

• Direktur : Santi Paramita

Saham BHIT ditutup pada harga Rp71 per saham (1 September 2022) dengan market cap Rp 6,1 triliun dan rasio PBV (Price Book Value) sebesar 0,33x. Mengingat Perseroan mempunyai kepemilikan tidak langsung sebesar 85,8% pada MSIN, dimana market cap MSIN tercatat senilai Rp 64,4 triliun, harga saham BHIT masih tergolong undervalue dan memiliki potensi kenaikan yang besar.

Ditambah, setelah penambahan modal Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) yang direncanakan rampung pada September 2022, BHIT akan mempunyai kepemilikan maksimal 56,97% di IATA. Hal ini akan membawa sentimen positif terhadap harga saham Perseroan.

Anak perusahaan Perseroan di sektor media dan jasa keuangan, yaitu PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), gencar merealisasikan komitmennya dalam mengembangkan platform digital untuk mengakomodasi permintaan layanan online yang terus meningkat. Perseroan dan anak perusahaannya menghasilkan peningkatan pendapatan yang signifikan dari layanan digital seperti yang terlihat dalam beberapa kuartal terakhir.

MSIN baru-baru ini mengumumkan pertumbuhan pendapatan hampir dua kali lipat untuk hasil H1-2022, sebagian besar didorong oleh kinerja yang solid dalam konten dan iklan digital. MSIN terus memantapkan pijakan sebagai perusahaan media digital paling dominan di Indonesia, secara konsisten memproduksi program dengan peringkat teratas dan paling banyak ditonton di berbagai genre, serta mengembangkan digital superapp, RCTI+ dan Vision+, yang secara kolektif telah melampaui 110 juta pengguna aktif. Ditambah dengan peluncuran dari dua mobile game baru yang dikembangkan secara profesional pada H2 -2022, MSIN percaya bahwa game tersebut akan dapat menarik pemain baru dan meningkatkan pendapatan dari penyelenggaraan dan streaming kompetisi profesional serta mikrotransaksi dalam game. Di sisi lain, BCAP juga mengalami peningkatan pendapatan digital yang signifikan.

Hal ini bisa diatribusi dari posisi BCAP yang gencar dalam mencari kemitraan strategis dengan berbagai merek ternama, serta membuat investasi yang signifikan untuk mendigitalisasi layanan anak perusahaannya dalam bentuk aplikasi, untuk membantu menjangkau dan melayani pengguna di daerah-daerah terpencil dan kurang terjangkau di Indonesia. Aplikasi digital andalannya, MotionBanking terus menarik pengguna baru, dan baru-baru ini BCAP juga meluncurkan aplikasi pembiayaan digital, MotionCredit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini