Share

3 PLTU Segera Dipensiunkan Tahun Ini

Rizky Fauzan, MNC Portal · Jum'at 02 September 2022 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 02 320 2659471 3-pltu-segera-dipensiunkan-tahun-ini-7NVyRmG4qL.jpeg 3 PLTU Segera Dipensiunkan Tahun Ini. (Foto: Okezone.com/PLN)

JAKARTA - Dua sampai tiga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dapat dipensiunkan dini pada tahun ini. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera merampungkan studi untuk rencana early retirement Coal Fire Power Plant (CFPP) yang pada tahap awal ini ditargetkan dapat dilakukan pada 33 PLTU dengan total kapasitasnya mencapai 16,8 GW.

"Kami targetkan dua sampai tiga unit dapat dipensiunkan (tahun ini). Diskusi dan negosiasi masih dalam proses," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam acara Progress on International Cooperation for Indonesia's Energy Transition di Nusa Dua, Bali, Jumat (2/9/2022).

Baca Juga: Keren, Limbah Batu Bara PLTU Jadi Pondasi Jalan

Menteri ESDM mengatakan, setelah dua sampai tiga unit PLTU di tahun ini, program pensiun dini PLTU akan dilanjutkan untuk unit lainnya. Arifin memastikan pihaknya telah menggandeng institusi finansial seperti Asian Development Bank (ADB) hingga World Bank. Studi yang dilakukan pun disebut telah hampir selesai.

Meski masih enggan merinci PLTU mana yang akan dipensiunkan paling awal. Arifin memastikan ketiga PLTU kemungkinan besar berlokasi di Pulau Jawa.

Baca Juga: PLTU Kapasitas 5,5 Gigawatt Segera Dipensiunkan

Dia pun belum mau buka-bukaan besaran investasi yang akan dikeluarkan untuk memensiunkan tiga PLTU ini. Yang jelas, pasokan listrik untuk masyarakat dipastikan tidak akan terganggu dengan rencana pensiun dini PLTU ini.

"Kita kan sekarang over kapasitas (supply). Masih aman," kata Arifin.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Arifin mengungkapkan, semakin cepat pensiun dini PLTU dilakukan maka akan kebutuhan biayanya akan semakin besar pasalnya masih ada kewajiban untuk membayar kembali pinjaman dan bunga yang masih berjalan.

Menurut hitung-hitungan Kementerian ESDM, untuk mendukung percepatan dan efektivitas transisi menuju energi bersih, Indonesia membutuhkan dukungan pendanaan mencapai US$ 1 triliun hingga 2060 mendatang untuk pembangkit energi terbarukan dan juga transmisi.

"Kerja sama memiliki peran penting dalam mencapai transisi energi yang adil, terjangkau dan aman," pungkas Arifin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini