Share

Harga BBM Naik, Tiket Kapal Laut Jadi Berapa?

Antara, Jurnalis · Senin 05 September 2022 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 05 320 2661207 harga-bbm-naik-tiket-kapal-laut-jadi-berapa-MUf5yFJ4RH.jfif Tiket Kapal Belum Berubah meski Harga BBM Naik. (Foto: Okezone.com/Pelni)

JAKARTA - Tarif tiket kapal Pelni belum naik meski harga bahan bakar minyak (BBM) telah disesuaikan pemerintah. Di mana Pertalite naik jadi Rp10.000, Solar Rp6.800 dan Pertamax Rp14.500 per lite.

"Jadi terkait kenaikan BBM yang baru beberapa hari ini dilaksanakan, kami dari PT Pelni Cabang Baubau belum ada kenaikan tarif, sampai hari ini harga tiket masih menggunakan tarif lama," ujar Kepala PT Pelni Cabang Baubau, Juni Samsuddin Sitorus di Baubau, dikutip dari Antara, Senin (5/9/2022).

Baca Juga: Efek Harga Pertalite Naik, Tiket Bus Naik dari Rp450.000 Jadi Rp530.000 per Orang

Belum adanya kenaikan tarif tiket itu, kata dia, karena Pelni sebagai perusahaan pelayaran yang ditugaskan oleh pemerintah, sehingga penyesuaian tarif tersebut masih menunggu.

"Untuk saat ini, sesuai imbauan dari kantor pusat belum ada kenaikan ataupun hubungannya dengan tiket kapal-kapal kami. Jadi kami masih menunggu karena nanti hubungannya dengan Komisi V DPR RI," katanya.

Baca Juga: Harga Pertalite Naik, Dishub Hitung Kenaikan Tarif Angkutan Umum

Kalaupun ada kenaikan, kata dia, tentunya ada regulasi dari pemerintah mengenai tarif tiket Pelni. "Jadi sifatnya menunggu, jadi istilahnya tarif tiket sampai saat ini belum ada perubahan atau masih sama dengan yang lama," ujar mantan Kacab Pelni Merauke ini.

Oleh karena itu, JS Sitorus juga mengimbau calon penumpang khususnya yang berangkat dari Pelabuhan Murhum Baubau bahwa tarif tiket Pelni belum berubah atau masih mengacu pada tarif lama.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di samping itu, ia juga menyampaikan kepada calon pengguna jasa kapal Pelni bahwa terkait persyaratan bagi pelaku perjalanan dalam negeri diharapkan untuk melaksanakan vaksin tahap 3 sehingga bebas dalam melakukan perjalanan.

"Vaksin booster itu diharapkan supaya tidak ada lagi kendala-kendala ataupun tambahan persyaratan lainnya ketika melaksanakan perjalanan," ujar mantan Kacab Pelni Serui ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini