"Waktu itu kan ada bansos, ngerek harga juga. Terus sekarang ini belum masuk masa panen, di tambah lagi BBM naik, makin jadi deh," ungkapnya.
Karena harga beras yang fluktuasi, Yanto mengaku tidak mau menyimpan banyak stok di tokonya. Hal itu guna meminimalisir kerugian.
Kendati demikian, dirinya optimistis dua bulan ke depan harga beras akan merangkak turun. Lantaran, sudah masuk masa panen.
"Dua bulan lagi kan masuk masa panen, itu pasti harganya turun," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)