Share

Harga Minyak Melonjak 4%, Brent Dibanderol USD92/Barel

Antara, Jurnalis · Sabtu 10 September 2022 07:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 10 320 2664662 harga-minyak-melonjak-4-brent-dibanderol-usd92-barel-tkKudO80tK.jpg Harga Minyak Mentah Turun. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Harga minyak naik hingga 4% pada akhir perdagangan Jumat. Hal ini akibat pelemahan dolar AS, pengurangan dan ancaman pasokan Rusia.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober terangkat USD3,25 atau 3,9% menjadi USD86,79 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November bertambah USD3,69 atau 4,1% menjadi USD92,84 per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca Juga: Harga Minyak Sulit Diprediksi karena Jadi Instrumen Perang

Meskipun membukukan kenaikan tajam, kekhawatiran permintaan membuat harga minyak lebih rendah dalam seminggu ini. WTI mencatat kerugian mingguan 0,1%, sementara Brent turun 0,2% berdasarkan kontrak bulan depan.

Harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS. Di mana indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,64% menjadi 109,0030 pada akhir perdagangan.

Baca Juga: Asumsi Harga Minyak USD90/Barel di 2023, Sri Mulyani Ingat Perang

Namun harga minyaka tertekan dengan ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia mengancam akan menghentikan ekspor minyak dan gas ke Eropa jika pembatasan harga diberlakukan dan pemotongan kecil untuk rencana produksi minyak OPEC+ yang diumumkan minggu ini juga mendukung harga.

"Selama beberapa bulan mendatang, Barat harus menghadapi risiko kehilangan pasokan energi Rusia dan melonjaknya harga minyak," kata Pialang Minyak PVM, Stephen Brennock, dikutip dari Antara, Sabtu (10/9/2022).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu, Kota Chengdu memperpanjang penguncian untuk sebagian besar dari lebih dari 21 juta penduduknya pada Kamis (8/9/2022), sementara jutaan lainnya di bagian lain China diberitahu untuk menghindari perjalanan selama liburan mendatang.

Pasar mengabaikan lonjakan tak terduga dalam stok minyak mentah AS. Badan Informasi Energi AS melaporkan Kamis (8/9/2022) bahwa persediaan minyak mentah komersial negara itu meningkat sebesar 8,8 juta barel selama pekan yang berakhir 2 September.

Analis yang disurvei oleh S&P Global Commodity Insights memperkirakan pasokan minyak mentah AS menunjukkan penurunan 1,8 juta barel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini