JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, Selasa (13/9/2022) ditutup menguat 63,55 poin atau 0,88% ke level 7.318,016. IHSG menyentuh angka tertingginya di level 7.300 salah satunya ditopang oleh tren pergerakan harga komoditas.
VP PT Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih mengatakan, pergerakan indeks dalam negeri diuntungkan oleh krisis energi yang dialami beberapa negara. Adapun, tingkat inflasi di Amerika Serikat (AS) yang mencapai 8,3% disebut tidak terlalu berpengaruh terhadap pergerakan IHSG ke depan.
“Kalaupun ada koreksi, itu tidak akan terlalu dalam di rentang 7.300 hingga 7.250. Jika tekanannya cukup kuat, mungkin akan turun ke 7.200,” kata Alfatih dalam Market Buzz IDX Channel, Rabu (14/9/2022).
Menurutnya, pergerakan IHSG juga ditopang oleh investor asing yang masuk ke dalam saham-saham sektor komoditas seperti batu bara dan CPO. Alfatih menyebut, dengan tren kenaikan harga komoditas saat ini, para investor menilai bahwa pasar domestik merupakan salah satu pasar yang defensif dari sentimen negatif global.
“Mudah-mudahan segmen komoditi akan bertahan, agar IHSG kita juga bertahan,” kata dia.
Untuk itu, ia merekomendasikan investor untuk mencermati saham yang dinilai tak terdampak dalam dengan gejolak ekonomi global saat ini, antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.