Share

Kompor Induksi Tak Perlu Tambah Daya, Dirut PLN: Ada Jalur Khusus

Risky Fauzan, iNews · Kamis 15 September 2022 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 15 320 2667898 kompor-induksi-tak-perlu-tambah-daya-dirut-pln-ada-jalur-khusus-6ZPDhXKVkD.jpg Kompor Listrik (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyebut bahwas memasak dengan menggunakan kompor induksi tidak perlu melakukan panembahan daya listrik, tapi menggunakan jalur khusus.

Di mana selama ini, masyarakat menilai dengan menggunakan kompor induksi, maka daya listrik akan dinaikkan dan menambah beban pembayaran listrik.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengutarakan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (14/9/2022) bahwasanya pengguna kompor induksi akan menggunakan jalur khusus, dan tidak mengganggu listrik yang sudah terpasang.

โ€œUntuk aplikasi kompor induksi ini memang ada missinterpretasi di luar. Seakan kami meningkatkan daya dan tarif listrik pelanggan kami yang 450 VA. Untuk kompor induksi, kami menggunakan MCB jalur khusus, yang artinya tidak tersambung dengan pola konsumsi listrik menggunakan struktur daya terpasang maupun golongan tarif lama,โ€ kata Darmawan di gedung DPR.

Sebagaimana diketahui, dalam program konversi elpiji ke kompor induksi, PLN mendorong masyarakat miskin pengguna listrik 450 VA untuk beralih menggunakan kompor induksi. Program ini juga dipastikan tidak menambah beban biaya listrik masyarakat.

Darmawan menuturkan, program konversi elpiji ke kompor induksi ini, dalam hal penggunaan listriknya menggunakan jalur khusus yang berbedan dengan daya listrik yang terpasang oleh pengguna. Dia juga mengatakan, memasak dengan menggunakan kompor induksi lebih hemat dibandingkan dengan menggunakan kompor elpiji 3 kg.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Menggunakan kompor induksi biaya memasaknya bisa lebih hemat 10-15 persen,โ€ tuturnya

Darmawan membeberkan, harga keekonomiannya adalah Rp 19.698 per kg, dengan harga subsidi elpiji sebesar Rp 4.250 per kg. Dengan rantai pasok hingga ke masyarakat harga elpiji mencapai Rp 5.250 per kg, sehingga pemerintah memberikan subsidi senilai Rp 15.448 per kg.

Sementara itu, harga keekonomian kompor induksi yakni Rp 11.792 per kg listrik ekivalen dengan sekitar 7,18 Kwh. PLN melepas biaya listrik untuk memasak ekivalen Rp 4.550 yang dibayar masyarakat. Artinya per kalori memasak dibandingkan dengan elpiji akan lebih murah Rp 720.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini