Share

5 Fakta Beli Pertalite Bakal Dibatasi, Pertamina Pakai Data Kendaraan Polri

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Minggu 18 September 2022 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 320 2668954 5-fakta-beli-pertalite-bakal-dibatasi-pertamina-pakai-data-kendaraan-polri-dTDnAUhArQ.jpg Pertamina. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah bakal mengatur pembelian BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar.

Hal ini diusulkan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.

Diketahui juga kalau Pemerintah telah menaikkan harga BBM subsidi jenis Pertalite, Solar dan nonsubsidi Pertamax pada 3 September 2022 lalu.

Untuk Pertalite naik menjadi Rp10.000 per liter, Solar Rp6.800 per lite dan Pertamax Rp14.500 per liter.

 BACA JUGA:5 Fakta Menarik Harga Pertalite dan Pertamax Bisa Turun, Nomor 2 yang Tentukan

Dirangkum Okezone, Minggu (18/9/2022), berikut fakta pembelian Pertalite dibatasi:

1. Penjelasan BPH Migas

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak Gas (BPH Migas) Saleh Abdurrahman menjelaskan mekanisme pembelian dengan menerapkan aplikasi dalam bersubsidi BBM.

Pembelian BBM bersubsidi seperti Pertalite akan diatur dengan aplikasi MyPertamina. Hal ini dilakukan agar penyaluran BBM bisa tepat sasaran.

"Yang memenuhi kriteria penerima BBM subsidi (melakukan) registrasi ke MyPertamina, kemudian diverifikasi. Jika ya (berhasil terverifikasi), mereka bisa membeli BBM subsidi," ujar Saleh.

Dengan demikian, tentu masyarakat harus memiliki akun pada aplikasi MyPertamina terlebih dahulu agar rencana ini bisa diimplementasikan. Saleh mengatakan, Pertamina sendiri masih mempersiapkan infrastruktur digital tersebut.

"MyPertamina untuk konsumen BBM subsidi masih dalam persiapan," imbuhnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

2. Aturan Terbaru

Presiden Jokowi diharapkan segera meneken aturan terbaru dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 Tentang Penyediaan, Pendistribusian Dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

3. Pertamina Bakal Minta Data Kendaraan ke Polri

PT Pertamina (Persero) sudah mulai ancang-ancang melakukan pembatasan pembelian BBM Bersubsidi.

Di mana, hal ini dengan mencatatkan nomor kendaraan polisi agar tidak ada yang mengisi berulang untuk diselewengkan BBM subsidi tersebut.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan bahwa pembatasan penyaluran BBM Subsidi harus segera diterapkan, khususnya pembatasan penggunaan Pertalite.

Nicke mengatakan pihaknya masih menunggu terbitnya aturan pembatasan pembelian Pertalite melalui Revisi Perpres 191/2014.

Tanpa peraturan tersebut, menurut dia, pihaknya tak bisa melakukan pembatasan.

Maka dari itu dia mengaku sudah sempat mendorong pemerintah segera mengesahkan revisi Perpres tersebut.

"Ini belum ada pengaturan untuk Pertalite, jadi Pertalite harus diatur sehingga itu harus direvisi," kata Nicke dalam rapat kerja Komisi VI Gedung DPR Jakarta, Kamis (8/9/2022).

4. Alasan Pertalite Segera Dibatasi

Kementerian ESDM akan membuat aturan pembatasan penggunaan BM bersubsidi jenis Pertalite.

Alasannya penyaluran BBM bersubsidi bisa tepat sasaran dan sesuai dengan target yang ditentukan.

Aturan tersebut juga sudah masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) termasuk juga petunjuk teknis pembelian BBM bersubsidi dan penugasan.

Bagi masyarakat ekonomi kelas atas yang menggunakan mobil mewah dipastikan tidak akan diperbolehkan untuk menerima BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar.

Selain itu, alasan lainnya karena kuota pertalite dan Solar hingga akhir tahun sudah sangat menipis.

Pertamina mencatat, penyaluran pertalite hingga bulan Agustus 2022 sudah mencapai 19,5 juta kilo liter, dari kuota 23,05 juta kilo liter. Artinya kuota BBM yang tersisa adalah 3,5 juta kilo liter.

Sementara itu, penyaluran Solar hingga bulan Agustus 2022 sudah mencapai 11,4 juta kilo liter dari kuota yang diberikan ke Pertamina sebesar 14,9 juta kilo liter, atau tersisa 3,5 liter.

5. Hanya 120 Liter/Hari

Pertamina sudah mulai menerapkan kebijakan pembelian Pertalite dengan maksimal 120 liter per hari.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan kebijakan tersebut sifatnya sementara dan masih uji coba. Adanya kebijakan ini dalam rangka menunggu selesainya revisi Perpres 191 Tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian, dan harga jual eceran BBM.

"Paralel masih menunggu revisi Perpres 191/2014," kata Irto.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini