Dengan jumlah kontrak tersebut, masih ada sisa 12% batu bara yang harus dijual ITMG sampai akhir tahun.
Adapun, sepanjang paruh pertama 2022, ITMG memproduksi batu bara sebanyak 7,7 juta ton.
Volume penjualan tercapai sebanyak 8,1 juta ton, yang dipasarkan ke Tiongkok 2,3 juta ton, Indonesia 1,8 juta ton, Jepang 1,3 juta ton, Filipina 0,6 juta ton, Bangladesh 0,5 juta ton, dan negara-negara lain di Asia Timur, Tenggara, Selatan serta Oseania.
Untuk tahun 2022, Perseroan akan fokus ke pelanggan yang sudah ada di Asia, sedangkan permintaan dari Eropa sudah mulai berdatangan.
Namun produksi saat ini difokuskan untuk pelanggan yang sudah maintain bertahun-tahun.
(Zuhirna Wulan Dilla)