Share

Ikut Bangun Ibu Kota Baru, Ketua REI: Jangan Hanya Pikirkan Profit, IKN Itu Kebanggaan Indonesia

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Rabu 21 September 2022 07:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 470 2671688 ikut-bangun-ibu-kota-baru-ketua-rei-jangan-hanya-pikirkan-profit-ikn-itu-kebanggaan-indonesia-5nmaVs7alI.jfif REI Siap Ikut Bangun Ibu Kota Nusantara. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Real Estate Indonesia (REI) menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintah mensukseskan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Ketua Umum REI Paulus Totok Lusida mengatakan, dukungan yang diberikan berupa pembangunan pengembangan IKN Nusantara dengan membangun infrastruktur pendukung IKN Nusantara.

Misalnya turut membantu pemerintah untuk membangun IKN, bukan hanya menimbang profit atau keuntungan dari investasi yang dilakukan, namun memang sengaja untuk mewujudkan pemerataan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: 2 Deputi Otorita IKN Diprioritaskan Masyarakat Lokal Kaltim

"Kita juga tidak boleh hanya memikirkan profit, ini ada unsur kebanggaan kita semua. IKN itu kebanggaan Indonesia," ujar Totok kepada MNC Portal, Rabu (20/9/2022).

Menurutnya, pengembang besar dan kecil berminat untuk masuk untuk membangun IKN, meskipun keuntungan yang ditawarkan tidak terlalu menguntungkan dari sisi usaha.

"Pengembang besar dan kecil minat, kita akan seimbangkan mereka kasih kesempatan mereka, yang penting sekarang itu usaha itu kan ada target profit, tetapi disini kita ada kebanggaan pembangunan ibu kota," kata Totok.

Baca Juga: Menteri ATR Targetkan Seluruh RDTR Pembangunan IKN Nusantara Rampung Akhir 2022

"Sehingga tidak hanya profit oriented, kita sepakat, tetapi detail plan-nya harus matang benar, itu nanti kita rencanakan teknisnya," sambungnya.

Dia juga menyinggung soal kondisi properti di Tanah Air, saat ini memang masih dalam tahap pemulihan. Misal contoh kecil harga rumah sederhana yang saat ini mengalami kenaikan, yang tentu berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

"Tinggal kita kalau on the track akan kembali normal, cuma kan harga rumah sederhana masih sulit, perizinan masih sulit, hal itu jadi hambatan sekarang, lebih sulit periznan sekarang daripada sebelum UUCK," kata Totok.

Namun demikian, Totok optimis pembangunan IKN bakal menjadi katalisator untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sebab adanya IKN bakal menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian timur.

"Selain insentif yang diberikan, kita sudah bisa ngitung, semua ada hitungan profit, tapi profit itu ada yang maksimal, ada yang minimal, kenapa minimal karena ada pertimbangan, Iya tadi (kecil profitnya), tadi sudah disepakati," lanjutnya.

Adapun saat ini sudah mengundang 10 perusahaan pengembang untuk diajak berdiskusi bersama Kementerian PPN/Bappenas untuk melihat potensi pengembangan yang bisa dilakukan.

"Perusahaan akan banyak, tapi sementara ini tadi yang saya undang hadir, ada 10 PT, kemarin dari Bappenas yang kontak saya, kita undang 10 PT," lanjutnya.

Meksi demikian, Totok enggan untuk memberikan nama-nama perusahaan yang di undang tersebut, sebab kepastian untuk menggarap IKN akan diputuskan oleh perusahaan masing-masing

"Saya tidak mau menyampaikan (10 perusahaan yang diundang) yang jelas ada perusahaan besar dan kecil, tanya meraka saja (Bappenas)," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini