Share

Proyek Blok Masela dan IDD Dipastikan Molor 2 Tahun

Rizky Fauzan, MNC Portal · Jum'at 23 September 2022 09:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 320 2673322 proyek-blok-masela-dan-idd-dipastikan-molor-2-tahun-MNrllyFHWN.jpg Proyek Blok Masela dan IDD Molor 2 Tahun. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan target onstream Kilang Gas Alam Cair (LNG) Abadi Blok Masela dan Indonesia Deepwater Development (IDD) molor dua tahun.

Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara mengatakan, ahwa tertundanya target onstream Kilang LNG Abadi Blok Masela dan IDD disebabkan negosiasi divestasi yang masih alot yang belakangan turut dipengaruhi pembengkakan nilai investasi penambahan fasilitas penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon (CCS/CCUS).

Baca Juga: Blok Masela Tak Kunjung Dibangun, Moeldoko Panggil ESDM dan SKK Migas

"Setahun dua tahun lah ya mundurnya, kemarin kan asumsinya 2027 onstream kalau lancar, sekarang kan agak molor,” kata Benny di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Dia menuturkan molornya target onstream dua blok dengan potensi cadangan gas melimpah itu sebagian besar disebabkan karena proses divestasi yang belum juga mendapatkan titik temu.

Selain itu, hitung-hitungan rencana pengembangan lapangan atau plant of development (PoD) berkaitan dengan penambahan fasilitas CCS/CCUS turut mengoreksi target onstream lapangan yang sebelumnya dipatok pada 2027 mendatang.

Baca Juga: Dorong Proyek Strategis Blok Masela, Jokowi: Nanti Ada Keuntungan Besar

Sejauh ini, tambahan belanja modal untuk fasilitas CCS/CCUS di Blok Masela diperkirakan mencapai USD1,4 miliar atau setara dengan Rp21,02 triliun (kurs Rp15.015). Di sisi lain, dia mengatakan, lembaganya menargetkan persetujuan PoD untuk penambahan fasilitas CCS/CCUS tersebut sambil melakukan penyesuaian untuk potensi biaya lain yang masih bisa ditekan pada Blok Masela tersebut.

Sementara itu, dia mengatakan, proses divestasi untuk Blok IDD belakangan mulai berjalan mulus. Malahan, pemerintah menargetkan proses divestasi itu dapat rampung pada akhir tahun ini. Hanya saja, perkembangan divestasi untuk Blok Masela masih belum menunjukkan kemajuan serius.

"Kita sedang kejar sekarang, kalau tidak ada kepastian memang makin molor maka kita kerja tahun ini PoD harus selesai revisi supaya bergerak itu,” ujarnya.

Sebeagaimana diketahui, pemerintah memastikan akan mendorong konsorsium baru untuk mengambil 35 persen hak partisipasi proyek Kilang Gas Alam Cair (LNG) Abadi Blok Masela yang ingin dilepas Shell sejak dua tahun lalu itu. Rencananya konsorsium tersebut akan berisi dua hingga tiga perusahaan patungan.

"(Konsorsium) pengganti Shell sebanyak dua atau tiga, dan ini tergantung negosiasi dengan Shell,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini