Share

Kecelakaan Tabrak Belakang Truk Kerap Terjadi, Ini Cara Antisipasinya

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Minggu 25 September 2022 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 25 320 2674501 kecelakaan-tabrak-belakang-truk-kerap-terjadi-ini-cara-antisipasinya-GV74Yh2dNk.jpeg Antisipasi Kecelakaan Tabrak Truk (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kecelakaan tabrak belakang truk kerap terjadi. pada Sabtu (24/9/2022), terjadi kecelakaan diduga sopir mengantuk dan menabrak belakang truk tidak berperisai di Jalan Tol Trans-Jawa di Jawa Tengah, yang menewaskan lima orang.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat, Djoko Setijowarno mengatakan bahwa, truk adalah kendaraan yang berisiko besar ditabrak dari belakang oleh kebanyakan pengemudi yang mengantuk.

Banyaknya korban jiwa dalam kecelakaan tabrak belakang truk seringkali disebabkan oleh truk yang tidak dilengkapi perisai atau rear underrun protection (RUP).

“Apabila truk dilengkapi RUP, maka jika ditabrak dari belakang tingkat fatalitasnya bisa turun dengan drastis. Tidak perlu sampai ada korban meninggal dunia atau luka berat,” kata Djoko dalam keterangan resminya, Minggu (25/9/2022).

Ia menjelaskan, jika pemilik kendaraan truk memahami risiko tersebut, maka sebaiknya semua truk besar dipasangi perisai atau RUP sesuai dengan Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 74 Tahun 2021 tentang Perlengkapan Keselamatan Kendaraan Bermotor.

Dengan demikian, yang paling penting untuk mengurangi fatalitas kecelakaan tabrak belakang truk yakni selain dengan memperhatikan kondisi pengemudi, juga dengan memasang bumper belakang pada semua truk tanpa kecuali.

Pasalnya, truk adalah kendaraan yang berjalan lebih lambat dari kendaraan lainnya dan sering jadi sasaran empuk kendaraan yang lebih cepat dan pengemudinya lengah atau mengantuk.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Adapun, perisai yang bisa dipasang pada kendaraan truk antara lain, perisai kolong belakang dan perisai kolong samping.

Djoko merinci, perisai kolong belakang dapat dipasang dengan menggunakan bahan besi dan sejenisnya, berbentuk pipa atau persegi yang menutup penuh sisi belakang kendaraan atau paling sedikit 80% dari lebar total kendaraan.

“Pemasangannya paling sedikit sejajar, atau tidak melebihi 100 mm dari ujung terluar bagian belakang dinding bak muatan kendaraan,” ungkapnya.

Sementara itu, perisai kolong samping dapat dipasang menggunakan bahan logam atau buka logam berbentuk plat untuk mengurangi hambatan angin guna efisien bahan bakar.

Pemasangan perisai kolong samping pada mobil barang, paling besar tidak boleh melebihi atau sejajar bagian terluar dari dinding samping mobil barang. Adapun, penyediaan dan pemasangan perisai kolong samping harus dilakukan oleh perusahaan karoseri kendaraan bermotor.

Lebih lanjut, Djoko menyampaikan bahwa, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengidentifikasi semua fatalitas kendaraan yang menabrak truk dari belakang disebabkan karena masuk ke dalam kolong truk. Hal itu menyebabkan semua sistem keselamatan pasif tidak bekerja.

“Untuk itu, sistem proteksi keselamatan pasif yang berupa crash protection box, airbag, serta sabuk keselamatan akan dapat bekerja menyelamatkan penumpang di dalamnya,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini