Lalu perusahaan telah menyediakan dana untuk kebutuhan tersebut di dalam rekening perusahaan.
Semester pertama 2022, Adira Finance membukukan laba bersih sebesar Rp661 miliar atau tumbuh 40% secara year on year (yoy). Perolehan laba tersebut didukung membaiknya portofolio restrukturisasi dan biaya kredit (cost of credit/CoC).
Serta perseroan juga mencatat NPF Gross konsolidasi di posisi 2,0%, turun dari periode sebelumnya 3,3%. Adapun NPF Coverage cukup tinggi sekitar 300%. Dari sisi bisnis, pembiayaan baru emiten multifinance berkode ADMF ini meningkat sebesar 21% (yoy) menjadi Rp 14,3 triliun.
Pembiayaan baru pada segmen mobil dan sepeda motor masing-masing meningkat sebesar 38% (yoy) dan 3% (yoy) di semester I-2022.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.