Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi Eropa Diperkirakan Melambat Dipicu Mahalnya Harga Barang

Antara , Jurnalis-Selasa, 27 September 2022 |10:50 WIB
Ekonomi Eropa Diperkirakan Melambat Dipicu Mahalnya Harga Barang
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Bank Sentral Eropa (ECB) memperkirakan aktivitas ekonomi di Eropa akan melambat secara substansial dalam beberapa bulan mendatang.

Dikutip Antara, Presiden ECB menyebut itu terjadi karena meroketnya harga-harga, penurunan daya beli dan ketidakpastian secara keseluruhan.

"Kami berharap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut selama beberapa pertemuan berikutnya, guna meredam permintaan dan menjaga risiko pergeseran ekspektasi inflasi yang terus-menerus," ujarnya dikutip Selasa (27/9/2022).

"Keputusan suku bunga kebijakan kami di masa depan akan terus bergantung pada data dan mengikuti pendekatan pertemuan demi pertemuan," tambahnya.

 BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Global Diprediksi Melambat pada 2023, Ini Penyebabnya

Adapun ekonomi kawasan euro tumbuh sebesar 0,8% pada kuartal kedua 2022.

Lagarde menjelaskan, terutama karena belanja konsumen yang kuat untuk jasa-jasa saat ekonomi dibuka kembali.

Namun, pertumbuhan diperkirakan akan melambat secara substansial. Hal ini terutama disebabkan oleh inflasi yang tinggi, permintaan jasa-jasa yang lebih lambat, permintaan global yang melemah, dan persyaratan perdagangan yang memburuk.

Serta turunnya kepercayaan rumah tangga dan bisnis karena tingkat ketidakpastian yang tinggi juga menjadi faktor penyebabnya.

Konflik Rusia-Ukraina telah membayangi Eropa dengan konsekuensi ekonomi, kata Lagarde.

Prospek semakin suram, sementara inflasi tetap terlalu tinggi dan kemungkinan akan tetap di atas target kami untuk waktu yang lama."

"Risiko terhadap prospek inflasi terutama naik, terutama mencerminkan kemungkinan gangguan besar lebih lanjut dalam pasokan energi," kata ketua ECB. "Sementara faktor-faktor risiko ini sama untuk pertumbuhan, efeknya akan sebaliknya: mereka akan meningkatkan inflasi tetapi mengurangi pertumbuhan," jelasnya.

Diketahui, perkembangan ini telah menyebabkan revisi turun dari proyeksi staf ECB terbaru untuk pertumbuhan ekonomi selama sisa tahun ini, dan sepanjang tahun 2023.

Staf sekarang memperkirakan ekonomi akan tumbuh sebesar 3,1% pada tahun 2022, sebesar 0,9% pada tahun 2023 dan 1,9% pada tahun 2024.

Dia menambahkan penting bahwa dukungan fiskal sementara dan tertarget"digunakan untuk melindungi rumah tangga dari dampak harga yang lebih tinggi, karena hal ini membatasi risiko memicu tekanan inflasi.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement