Dia menjelaskan setiap kebudayaan dari satu daerah memiliki karakteristik berbeda-beda, punya keunikanya masing-masing sehingga mempunyai daya tarik konsumen.
"Saya sering berkunjung ke berbagai negara, tidak ada yang sekaya kita, dari Aceh sampai Papua kita punya basis pondasi culture yang luar biasa, kita punya ragam seni budaya yang luar biasa," lanjut Teten.
Dia menambahkan juga kalau melihat saat ini juga mulai banyak anak muda di Indonesia yang lebih tertarik terhadap produk lokal, sehingga pasar milenial, sebagai salah satu bonus demografi bisa segera dimanfaatkan oleh pelaku UMKM.
"Selain memang anak-anak muda sekarang sudah cerdik, pengen gaya, pengen naik kelas, tetapi tidak mau merogoh kantong," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)