Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sri Mulyani Bangga RI Tangguh Tangani Pandemi, Pulih Lebih Kuat Dibanding Jepang dan Italia

Michelle Natalia , Jurnalis-Kamis, 29 September 2022 |18:41 WIB
Sri Mulyani Bangga RI Tangguh Tangani Pandemi, Pulih Lebih Kuat Dibanding Jepang dan Italia
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)
A
A
A

"Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil menjaga defisit APBN-nya relatif rendah dan menurun secara cepat. Akumulasi defisit APBN selama pandemi tahun 2020-2021 hanya 10,7% terhadap PDB. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan berbagai negara lainnya, seperti Amerika Serikat (AS), India, serta Inggris yang memiliki akumulasi defisit melebihi 20% terhadap PDB dalam dua tahun pandemi. Ini artinya, kita, Indonesia, mampu menggunakan APBN secara efektif dan efisien serta hati-hati dan terukur sebagai instrumen kebijakan dalam mengatasi dampak pandemi dan memulihkan ekonomi," jelas Sri.

Namun, belum selesai dengan tantangan pandemi, dunia saat ini dihadapkan dengan munculnya risiko baru yang makin kompleks dan rumit. Ketegangan geopolitik antar negara, telah menimbulkan perang dan disrupsi rantai pasok yang menyebabkan harga-harga komoditas pangan, energi dan pupuk melambung tinggi.

Hal ini mengakibatkan tingkat inflasi yang sangat tinggi di AS, Eropa, dan Inggris, yaitu inflasi terburuk dalam 40 tahun terakhir.

"Guncangan hebat ini mengancam daya beli rakyat dan pemulihan ekonomi Indonesia. Pemerintah dengan dukungan DPR segera menetapkan langkah strategis dengan meningkatkan alokasi belanja untuk subsidi dan kompensasi lebih dari tiga kali lipat untuk BBM dan listrik, yaitu sebesar Rp502 triliun. Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan shock kenaikan harga secara ekstrim yang mengancam daya beli rakyat dan perekonomian," tambah Sri.

Selain itu, pemerintah juga menambah anggaran perlindungan sosial secara signifikan. Kebijakan ini dilakukan sebagai perwujudan dari peran APBN sebagai instrumen stabilisasi (shock absorber) sehingga dampak kenaikan harga komoditas di tahun 2022 dapat ditekan seminimal mungkin.

Sri menyebutkan, dalam menangani pandemi dan menghadapi berbagai tantangan perekonomian domestik dan global, APBN telah menjalankan fungsinya sebagai fiscal policy tools yang digunakan secara tepat dan hati-hati.

APBN bergerak cepat dalam memberikan respon untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Indonesia tidak hanya mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi selama masa pandemi namun juga mampu menjaga kesehatan dan kesinambungan fiskal sebagai fondasi bagi perekonomian di tahun 2023.

"Keberhasilan ini merupakan suatu hasil kerjasama yang sangat baik antara pemerintah dan DPR RI, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kerja sama dan bergotong-royong kita mampu secara optimal mengatasi dampak pandemi yang luar biasa bagi jiwa rakyat dan perekonomian Indonesia," pungkas Sri.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement