Laba bersih KINO pun terkerek menjadi Rp44,84 miliar, atau naik sebesar 18,9% dari posisi periode yang sama tahun sebelumnya Rp37,70 miliar.
Sebelumnya disampaikan pula, perseroan sedang melakukan kajian terkait kenaikan harga produk di tengah naiknya harga BBM.
Perseroan juga memproyeksikan penjualan tumbuh 20% di tahun 2022. Emiten consumer goods tersebut optimistis tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya karena aktivitas masyarakat yang semakin meningkat.
Selain itu, perseroan juga mengalokasikan dana capital expenditure (Capex) 2022 sebesar Rp 350 miliar- 400 miliar yang sebagian besar capex tersebut akan digunakan untuk penambahan kapasitas produksi.
Akan tetapi perseroan tidak menjelaskan secara detail bagaimana informasi terkait penambahan kapasitas produksi KINO dan hanya menyebutkan, penambahan kapasitas produksi dilakukan karena melihat masih banyak potensi yang dapat digarap.
KINO merupakan produsen dari berbagai jenis produk kebutuhan sehari-hari, misalnya Larutan Cap Kaki Tiga, Ovale, hingga Sleek Baby. Penjualan KINO di tahun 2021 masih ditopang oleh segmen produk minuman.
Perseroan menegaskan, tahun ini belum ada produk terbaru yang akan diluncurkan. Alasannya, produk baru perlu memperhatikan banyak hal dari potensi market, kesiapan konsumen, dan banyak hal lain. Oleh karena itu KINO akan melihat perkembangan situasi pasar terlebih dahulu.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.