Share

Begini Cara Bank Indonesia Selamatkan Rupiah tanpa Korbankan Cadangan Devisa

Michelle Natalia, Sindonews · Minggu 02 Oktober 2022 07:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 320 2678983 begini-cara-bank-indonesia-selamatkan-rupiah-tanpa-korbankan-cadangan-devisa-l30MJVaKHw.JPG Bank Indonesia. (Foto: BI)

BALI - Bank Indonesia (BI) memiliki cara intervensi untuk menyelamatkan rupiah supaya tidak semakin tenggelam seiring pengetatan moneter dunia.

Bahkan, Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho mengatakan bahwa intervensi tersebut pun tak harus banyak memakan cadangan devisa (cadev).

"Bank Indonesia memiliki instrumen intervensi melalui Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar valuta asing domestik, dimana itu menggunakan rupiah sebagai alat intervensinya, bukan lagi menggunakan dolar seperti intervensi di pasar spot," ujar Wahyu dalam pelatihan media BI di Ubud Bali, Sabtu(1/10/2022).

 BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp15.200/USD, Bakal Pengaruhi Utang Luar Negeri RI?

Hal ini kemudian menjadi keunggulan DNDF, karena tidak berdampak ke cadev dan lebih ke arah pembentukan ekspektasi nilai ke depan.

"Adanya transaksi DNDF di pasar valuta asing domestik, diharapkan dapat memberikan keyakinan bagi pelaku pasar, baik eksportir dan importir maupun investor asing yang memiliki aset Rupiah, untuk melakukan lindung nilai atas risiko nilai tukar. Kebijakan ini diharapkan juga dapat mengurangi tekanan pada pasar spot," ungkapnya.

Ketentuan dan mekanisme DNDF ini dapat ditemukan di Peraturan Bank Indonesia Nomor 20/ 10 /PBI/2018 Tentang Transaksi Domestik Non-Deliverable Forward sejak tahun 2018.

Melalui DNDF, bank sentral akan melakukan lelang terhadap perbankan untuk melihat ekspektasi pergerakan Rupiah ke depan.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Jika nantinya penawaran dari besaran kurs rupiah dari yang telah diajukan perbankan sudah ada yang dimenangkan sesuai dengan ekspektasi yang dimiliki BI, maka ketika kurs tersebut realisasinya melampaui kesepakatan, BI tinggal membayar selisihnya dengan mata uang rupiah.

"Jadi saya berikan selisihnya berapa dalam bentuk Rupiah, sehingga dia tidak berpengaruh ke cadev," ucap Wahyu.

Dengan cara ini, Wahyu mengatakan, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2022 masih tinggi sebesar USD132,2 miliar.

Perkembangan posisi cadangan devisa pada Agustus 2022 antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, penerimaan devisa migas, di tengah kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Dengan konteks demikian, bahwa cadev yang USD132 miliar lebih rendah dari akhir tahun kemarin tidak hanya untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah, tapi juga untuk bayar utang dan bunganya yang jatuh tempo milik pemerintah," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini