Share

Ekonomi RI Kuartal III-2022 Diprediksi Tumbuh 5,5%

Michelle Natalia, Sindonews · Minggu 02 Oktober 2022 07:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 320 2678994 ekonomi-ri-kuartal-iii-2022-diprediksi-tumbuh-5-5-b9FrwvNOKx.JPG Ilustrasi ekonomi RI. (Foto: Freepik)

BALI - Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi RI tumbuh lebih kuat di kuartal III-2022 menjadi 5,5% secara tahunan atau year-on-year(yoy). Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal II lalu yang sebesar 5,44% yoy.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI Wahyu Agung Nugroho mengaku optimis kalau hal itu didorong oleh peningkatan penawaran atau produksi dunia usaha.

"Tak hanya itu saja, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kian membaik didukung dengan ekspor kita yang kuat, lebih dari 20 bulan surplus. Kinerja NPI kita di Agustus bahkan mencapai level 51,7, menguat dari Juli yang berada pada level 51,3," ujar Wahyu dalam Pelatihan Media Bi di Ubud Bali, Sabtu (1/10/2022).

 BACA JUGA:Begini Cara Bank Indonesia Selamatkan Rupiah tanpa Korbankan Cadangan Devisa

Level indeks tersebut, kata dia, memberikan sinyal bahwa sektor industri manufaktur atau dunia usaha sedang dalam posisi ekspansi.

Ke depannya, kinerja NPI 2022 diprakirakan akan tetap terjaga dengan transaksi berjalan yang berpotensi lebih baik dari prakiraan semula.

"Kinerja ini utamanya ditopang oleh harga komoditas global yang masih berada di level tinggi, serta didukung oleh neraca transaksi modal dan finansial terutama dalam bentuk penanaman modal asing (PMA), sejalan dengan iklim investasi dalam negeri yang terjaga," jelas Wahyu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Faktor penopang lainnya adalah kinerja transaksi berjalan yang pada kuartal-III diperkirakan akan tetap kuat oleh peningkatan kinerja ekspor, hal ini seiring dengan masih kuatnya permintaan beberapa mitra dagang utama, dukungan kebijakan pemerintah untuk mendorong ekspor, dan masih tingginya harga komoditas global.

"Penyaluran kredit perbankan sampai dengan Agustus 2022 juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi di periode tersebut, yang tercatat bertumbuh 10,62% secara tahunan. Penyaluran kredit itu terjadi di seluruh segmen, baik kredit modal kerja, investasi, ataupun konsumsi," sambung Wahyu.

Adapun indikator-indikator perekonomian lainnya seperti keyakinan konsumen, penjualan eceran, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur juga menunjukkan tren terus membaik di Agustus 2022.

"Pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun 2022 diprediksi akan ada di kisaran 4,5% hingga 5,3%," pungkas Wahyu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini