Share

Kuota Pertalite dan Solar Ditambah

Risky Fauzan, iNews · Senin 03 Oktober 2022 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 320 2679428 kuota-pertalite-dan-solar-ditambah-EHKbPnLF3d.jpg BBM Pertalite (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah telah menambah kuota penyaluran Pertalite dan Solar di tahun ini per 1 Oktober 2022.

Di mana, harga Pertalite menjadi Rp 10.000 per liter dari sebelumnya Rp 7.650 per liter dan Solar naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Sementara harga Pertamax naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Adapun, pemerintah telah menambah kuota penyaluran Pertalite dan Solar di tahun ini. Penambahan yang berlaku per 1 Oktober 2022 tersebut imbas dari lonjakan konsumsi bahan bakar minyak alias BBM bersubsidi, sehingga ada potensi melebihi kuota.

Pertamina mencatat, penyaluran Pertalite hingga bulan Agustus 2022 sudah mencapai 19,5 juta kilo liter, dari kuota 23,05 juta kilo liter. Artinya kuota BBM yang tersisa adalah 3,5 juta kilo liter.

Sementara itu, penyaluran solar hingga bulan Agustus 2022 sudah mencapai 11,4 juta kilo liter dari kuota yang diberikan ke Pertamina sebesar 14,9 juta kilo liter, atau tersisa 3,5 liter.

Jika jumlah rata-rata konsumsi BBM non subsidi masyarakat Indonesia per bulan adalah jumlah penyaluran pada Agustus 2022 dibagikan delapan bulan.

Maka, untuk rata-rata konsumsi pertalite adalah 2,4 juta liter per bulan, dan Solar 1,4 juta kilo liter per bulan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM menyatakan bahwa kuota penyaular BBM jenis pertalite ditambah.

"Kuota akan ditambah," kata Tutuka Ariadji kepada awak media, dikutip Senin, (3/10/2022).

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Erika Retnowati, berkata penambahan kuota berlaku sejak 1 Oktober 2022.

Erika memaparkan, penambahan kuota Pertalite sebanyak 6,86 juta kiloliter (KL) dari kuota awal 23,05 juta KL. Sedangkan untuk BBM Solar subsidi, dari kuota awal tahun ini sebesar 14,9 juta KL, ditambah sebesar 2,93 juta KL.

"Kuota baru, Solar menjadi 17,83 juta KL, Pertalite menjadi 29,91 juta KL," ungkap Erika.

Sebagaimana diketahui, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bahwa pemerintah menambah kuota Pertalite dan Solar sering dengan keputusan penyesuaian harga BBM bersubsidi pada akhir pekan lalu.

Suahasil mengatakan penambahan kuota Pertalite dan Solar dilakukan menyusul laju konsumsi masyarakat yang melampaui proyeksi awal tahun. Malahan, otoritas pengatur hilir minyak dan gas bumi mengatakan, kuota BBM bersubsidi itu bakal habis bulan depan.

“Setelah ada kenaikkan harga [BBM] kita estimasikan subsidi energi sekitar Rp650 triliun, itu sudah kita hitung menggunakan volume yang baru,” kata Suahasil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini