Share

Pertamina Pasok GDC di Eropa, Apa Itu?

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 03 Oktober 2022 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 320 2679546 pertamina-pasok-gdc-di-eropa-apa-itu-TyJq8yFLNd.jpg Pertamina. (Foto: Pertamina)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan apresiasi atas ekspansi Pertamina Group terkait green diesel component (GDC) atau komponen biodiesel di pasar Eropa, yang saat ini belum dapat terserap oleh pasar domestik.

Adapun ekspansi tersebut dilakukan Pertamina melalui Kilang Pertamina Internasional (KPI), Pertamina International Marketing dan Distribution (PIMD), dan Pertamina International Shipping (PIS)

Erick menyampaikan new and renewable energy atau energi baru terbarukan (EBT) tersebut memiliki keunggulan ramah lingkungan dan kualitasnya lebih baik dari biodiesel konvensional.

 BACA JUGA:Nicke Widyawati Kembali Dipilih Jadi Dirut Pertamina Periode Kedua

"Bahan baku biodiesel ini umumnya dari virgin vegetable oil, namun dapat juga menggunakan used cooking oil (UCO) dan waste residue dari animal fat," ujar Erick saat menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Pertamina Group dengan perusahaan Eropa Trafigura di London, Inggris, dikutip Senin (3/10/2022).

Menurutnya, permintaan GDC di Uni Eropa terbagi dalam dua kategori yakni base CPO sekitar 150.000 metrik ton per tahun dan base UCO 300.000 hingga 500.000 metrik ton per tahun. Trafigura telah menyampaikan ketertarikan dalam membeli GDC Pertamina Group.

“Trafigura bahkan telah lebih dulu melakukan pembelian ke Pertamina Group. Perjanjian ini dilakukan agar penjualan GDC bisa berjalan secara long term,” ucap Erick.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Dia menyebut potensi konsumsi FAME dan bahan baku biodiesel Eropa akan terus meningkat seiring target European Renewable Energy Directive (RED II) untuk penggunaan energi terbarukan pada 14% di sektor transportasi seluruh Eropa di 2030 atau naik dari target RED I yang sebelumnya sebesar 10%.

Erick memastikan bahan baku UCO lebih disukai karena mekanisme penghitungan ganda di Eropa.

"Sedangkan Palm Oil tertekan karena beberapa negara Eropa melarang penggunaan bahan baku Palm Oil dalam jangka panjang, di mana salah satu target RED II adalah pelarangan penggunaan GDC berbasis Palm Oil di Eropa," kata Erick.

Dia berharap penetrasi pasar GDC tidak berhenti di sini.

Dia meminta Pertamina Group terus membuka peluang untuk meningkatkan penetrasi dalam menjadi pemain GDC di kancah internasional.

Menurutnya, ketertarikan perusahaan Eropa memberikan bukti bahwa kualitas GDC KPI mampu bersaing dengan perusahaan lain.

"Dengan besarnya potensi yang ada di Eropa, bahkan Asia, ini menjadi kesempatan besar bagi Pertamina Group untuk terus memperluas jangkauan produk GDC," pungkas Erick.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini