Share

Tidak Ada Proyek Bendungan Baru di 2023-2024

Antara, Jurnalis · Rabu 05 Oktober 2022 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 470 2681245 tidak-ada-proyek-bendungan-baru-di-2023-2024-0h4EBDtxQF.jpg Tidak Ada Proyek Bendungan Baru di 2023. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa tidak ada pembangunan bendungan baru pada 2023-2024.

Pemerintah fokus pada penyelesaian pembangunan 61 bendungan serta memanfaatkan bendungan yang sudah diselesaikan, khususnya untuk mendukung penyediaan air minum. 

"Pada 2023-2024 ini, PUPR dan pemerintah pada umumnya akan sangat selektif membangun infrastruktur yang baru. Hanya yang merupakan perintah Presiden, lainnya kami akan menyelesaikan yang sudah kami laksanakan, yang sedang kami laksanakan, dan memanfaatkan yang sudah kami selesaikan," katanya saat membuka Indonesia Water Forum 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, dikutip dari Antara, Jakarta, Rabu (5/10/2022). 

Baca Juga: Bendungan Manikin Ditargetkan Rampung Awal 2024, Siap Hadapi Kekeringan dan Banjir

Basuki mengatakan pemerintah akan meningkatkan manfaat 61 bendungan yang telah dan sedang dibangun untuk menambah kapasitas air.

Pemanfaatan dilakukan melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), jaringan irigasi, pemasangan turbin untuk listrik, serta untuk pengendalian banjir.

Baca Juga: Pemasok Air Baku IKN, Bendungan Sepaku Semoi Ditargetkan Rampung April 2023

"Ini kesempatan dan jadi dukungan untuk Perpamsi (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia) untuk memanfaatkan water storage di bendungan-bendungan tersebut," katanya.

Pembangunan bendungan menjadi salah satu bagian dari program infrastruktur di bidang pertanian sejak Presiden Jokowi menjabat.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Tercatat ada 29 bendungan yang sudah tuntas dan 32 bendungan yang masih dalam proyek pembangunan hingga 2022 ini.

Senada, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengatakan ke depan APBN akan diprioritaskan pada fungsionalisasi aset air minum sehingga tidak akan ada pembangunan bendungan baru dalam dua tahun ke depan.

"Masih rendahnya cakupan layanan air minum, bukan hanya refleksi rendahnya pendanaan, tapi pengelolaan sisi penyediaan air minum yang kurang efektif dan efisien, termasuk infrastruktur yang sudah dibangun namun belum bisa dikelola dengan baik," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini