Share

Net Zero Emission, DPR Tagih Dukungan Negara Maju untuk Penuhi Dana Rp1.523 Triliun

Clara Amelia, Okezone · Minggu 09 Oktober 2022 07:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 09 320 2683409 net-zero-emission-dpr-tagih-dukungan-negara-maju-untuk-penuhi-dana-rp1-523-triliun-Et0vKd57Rv.png Komitmen Indonesia dalam Mengejar Target Net Zero Emission.(Foto: Okezone.com/ESDM)

JAKARTA - Sebagai tuan rumah Parliamentary Forum in The Context of The G20 Parliamentary Speaker’s Summit (P20), DPR RI bersama seluruh delegasi negara-negara P20 komitmen terhadap mitigasi dan penyelesaian climate change.

“Bangsa Indonesia adalah bangsa ramah yang betul-betul ingin mencarikan solusi yang baik terhadap tantangan global,” ujar Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Putu Supadma Rudana, Minggu (9/10/2022).

Baca Juga: Wapres Maruf Amin: Isu Perubahan Iklim Jadi Perhatian Global, Dirasakan Setiap Negara

Menurutnya, P20 momentum terbaik dalam mensosialisasikan untuk mengalihkan transisi energi dari energi fosil menuju energi berkelanjutan. Sebab, lanjut dia, DPR RI bersama segenap delegasi P20 terus berkomitmen dalam net zero energy menuju energi bersih.

“DPR RI telah melakukan transisi penggunaan energi dari energi fosil menjadi tenaga surya, dibuktikan melalui adanya pembangunan panel surya di Taman Energi yang dapat memenuhi 25% kebutuhan listrik di Gedung DPR RI,” jelas dia.

Baca Juga: Waspadai Perubahan Iklim, Jokowi Setiap Minggu Rapat soal Ketahanan Pangan

Di samping itu, Putu juga mengingatkan kembali dukungan terhadap pembiayaan iklim dari negara-negara maju bagi negara berkembang sebesar USD100 miliar atau setara Rp1.523 triliun (kurs Rp15.233 per USD) melalui Green Climate Fund (GCF) harus segera dipenuhi.

Tujuannya, supaya negara-negara berkembang, terutama yang mengalami kesulitan dalam penghijauan bisa disokong sebagai mitigasi dari perubahan iklim menuju net zero emission.

“Dalam konteks ini, Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar Rp3.416 triliun untuk mengatasi perubahan iklim tahun 2030, dan Rp28.223 triliun untuk mencapai target nol emisi karbon pada 2060,” ungkapnya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Selain anggaran negara (APBN), Putu mengatakan upaya perubahan iklim juga didanai melalui Green Sukuk, obligasi syariah yang berkontribusi pada proyek terkait lingkungan.

Dari 2018-2021, penerbitan Sukuk hijau global berjumlah sekitar USD3,5 miliar, dan telah berhasil mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 10,3 juta ton dari 2018 hingga 2020.

“Indonesia juga telah berhasil antara lain, mendapatkan sekitar USD103,8 juta dari Green Climate Fund (GCF) untuk proposal REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) Reduction Based Payment (RBP),” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini