JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melakukan pertemuan intensif dengan para investor dan emerging market bond holder yaitu Lazard, Citadel, Lord Abbet, Black Rock, Mackay Shields, HSBC AM, dan Van Eck di Amerika Serikat.
Dalam pertemuan ini Sri menyampaikan perkembangan pemulihan ekonomi Indonesia sejak pandemi Covid-19 dan yang sekarang dihadapkan gejolak keuangan global serta krisis pangan dan energi dunia. Selain itu, dia juga menjelaskan kebijakan APBN 2022 dan arah kebijakan fiskal APBN 2023 dalam mengelola berbagai gejolak luar biasa ini.
Di sisi lain, dalam pertemuan ini delegasi Indonesia turut mendapatkan informasi update dan masukan langsung dari para investor tentang risiko gejolak keuangan global yang masih akan mengancam dunia hingga tahun depan.
“Kondisi ekonomi banyak negara-negara emerging akan sangat berat menurut para investor. Di sisi lain Indonesia dilihat sebagai negara dengan kebijakan dan kinerja ekonomi dan fiskal yang baik, mampu menghadapi gejolak dan mengantisipasinya. Kinerja dan kebijakan ekonomi Indonesia yang baik diharap terus terjaga dalammenghadapi guncangan global yang tidak mudah,” ungkap Sri, dikutip di Jakarta, Senin (10/10/2022).
Selain bertemu dengan para investor dan emerging market bond holder, pada hari yang sama Sri juga melakukan pertemuan dengan Climate Philanthropies yakni Bloomberg Philanthropist, Bezos Earth Fund, IKEA, Rockefeller, High Tide Foundation dan Glasgow Financial Alliance for Net Zero.