Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Saham Sumber Mas (SMKM) Disuspensi setelah Meroket 25,13%

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 11 Oktober 2022 |09:23 WIB
Saham Sumber Mas (SMKM) Disuspensi setelah Meroket 25,13%
Saham Sumber Mas Disuspensi. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan atau suspensi saham PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM). Hal ini karena terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Maka itu, dalam rangka cooling down BEI memandang perlu melakukan penghentian sementara saham SMKM pada perdagangan hari ini, Selasa 11 Oktober 2022.

Baca Juga: BEI Gembok Saham Wahana Pronatural (WAPO) karena Naik Signifikan

"Penghentian sementara perdagangan Saham SMKM tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai," tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A, dikutip Selasa (11/10/2022).

Baca Juga: BEI Suspensi Saham SLIS, Ini Penyebabnya

Bursa menambahkan, suspensi itu dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di Saham SMKM.

"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," ungkap Bursa.

Berdasarkan data BEI, pergerakan saham emiten yang bergerak di bidang pembuatan spare parts otomotif dan mesin dan produk terkait lainnya ini terus menguat dengan naik 25,13% dalam sepekan terakhir. Adapun pada penutupan perdagangan Senin (10/10/2022), saham SMKM ditutup naik 9,63% di level 478 dan emiten ini sudah melonjak 100,84% secara ytd.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement