Share

Kendaraan Listrik Bisa Pangkas Subsidi BBM Rp502 Triliun

Antara, Jurnalis · Senin 17 Oktober 2022 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 17 320 2688815 kendaraan-listrik-bisa-pangkas-subsidi-bbm-rp502-triliun-mWL20yhVth.png Mobil Listrik Hemat Subsidi BBM. (foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Pemerintah gencar mendorong penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle atau EV) di Indonesia. Hadirnya kendaraan listrik diyakini menghemat subsidi pemerintah terkait BBM.

"Dengan masyarakat pindah dari kendaraan bermesin BBM ke kendaraan listrik, kita bisa menghemat subsidi pemerintah terkait BBM," ujar Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury,dalam SOE International Conference di Nusa Dua, Bali, dikutip dari Antara, Senin (17/10/2022).

Baca Juga: Minta Kreator Muda Buat Kendaraan Kustom Berbasis Listrik, Erick Thohir: Ini Bisa Jadi Lapangan Kerja Baru

Pahala mengatakan pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia penting karena karena kendaraan listrik akan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap BBM, sehingga Indonesia bisa mengurangi impor BBM serta subsidi BBM.

Semua pihak, lanjutnya, akan diuntungkan jika Indonesia bisa membangun ekosistem kendaraan listrik.

Baca Juga: Arahan Jokowi, RI Produksi 2 Juta Motor Listrik

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendukung upaya percepatan transisi kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik dimulai dari sepeda motor, sejalan dengan target dua juta sepeda motor listrik di Indonesia pada tahun 2025.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Menurut dia, tiga hal utama yang harus diperhatikan dan terus ditingkatkan adalah kualitas baterai, memperbanyak stasiun pengisian atau tempat penggantian baterai yang bisa didapatkan dengan mudah, hingga kualitas mesin dari kendaraan listrik.

Menhub menilai semakin banyak pengguna sepeda motor listrik selain menyehatkan bumi dari polusi udara, juga diharapkan dapat membantu mengurangi subsidi energi BBM yang mencapai Rp502 triliun.

Lebih lanjut Menhub mengungkapkan pemerintah telah mendorong percepatan tersebut melalui regulasi. Sedangkan perguruan tinggi melalui penelitian, dan pelaku industri melaksanakan dengan masif dan memproduksi kendaraan listrik dengan harga yang lebih ekonomis dan dengan kualitas yang baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini