Dikurangi pos pengeluaran beban lain-lain, emiten penyedia energi terintegrasi dari hulu ke hilir ini membukukan laba tahun berjalan USD3,37 juta.
Direktur Keuangan Rukun Raharja Oka Lesmana mengatakan perseroan kembali mencatatkan kinerja positif pasca-pandemi Covid-19 yang cukup memengaruhi bisnis perseroan dan juga industri energi gas.
Perseroan memberikan gambaran informasi terkini, terkait perkembangan dan kinerja perusahaan.
Dia pun menyebut kenaikan pendapatan perseroan berasal dari peningkatan pendapatan penjualan gas, kontribusi unit bisnis baru yaitu LPG Terminal di Rembang, serta Operation & Maintenance pada pembangkit tenaga panas bumi (PLTP) Geothermal Star Energy Gunung Salak.
Sementara itu, kenaikan laba bersih yang sangat signifikan dipengaruhi peningkatan bagian laba dari investasi perseroan pada unit bisnis investasi hulu.
Hal ini terkait kenaikan harga minyak mentah yang cukup tinggi pada semester I-2022 dibandingkan periode sama tahun lalu.
Sebagai informasim RAJA telah merealisasikan belanja modal (Capex) USD9 juta, setara 22% dari total capex sekitar USD40 juta.
Sebagian besar anggaran belanja modal tahun ini, digunakan untuk pembayaran investasi proyek pipa minyak Rokan.
"Di antara rencana-rencana bisnis perseroan tahun ini, proyek pipa minyak Rokan masih menjadi prioritas. Kami meyakini, selain memberikan manfaat ekonomi yang baik, proyek ini juga mendukung pencapaian target produksi minyak nasional,” kata Oka.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.