Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berkah Beton Sadaya (BEBS) Stock Split Saham

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Rabu, 19 Oktober 2022 |12:29 WIB
Berkah Beton Sadaya (BEBS) <i>Stock Split</i> Saham
Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)
A
A
A

Paruh pertama 2022, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp82,197 miliar atau naik 104,7% dibanding periode sama tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp40,102 miliar.

Hasil itu mendongkrak laba per saham ke level Rp9,13, sedangkan di akhir Juni 2021 berada di level Rp4,46. Sementara penjualan bersih naik 89,56% menjadi Rp345,8 miliar yang ditopang kenaikan penjualan material bangunan sebesar 98,78% menjadi Rp328,06 miliar.

Disusul penjualan readymix tumbuh 2,3% menjadi Rp17,382 miliar. Terdapat tambahan pendapatan dari penjualan beton pracetak senilai Rp358,95 juta, pos ini nihil pada semester I 2021. Walau beban pokok penjualan membengkak 83,3% menjadi Rp231,25 miliar, tapi laba kotor tetap naik 103,57% menjadi Rp114,55 miliar.

Sementara itu, aset perseroan tumbuh 11,67% menjadi Rp813,46 miliar karena adanya penarikan utang bank jangka pendek senilai Rp18,943 miliar. Ditambah utang pajak yang naik 62,8% menjadi Rp57,247 miliar.

Tahun ini, perseroan menargetkan lonjakan pendapatan. Target ini didukung rampungnya akuisisi perusahaan kontraktor yang awal tahun ini.

Perusahaan tersebut diprediksi menyumbang pendapatan divisi kontraktor minimal Rp 1 triliun tahun ini.

Sebelumnya, Hasan pernah mengatakan pada awal Januari 2022, perseroan telah mengakuisisi perusahaan kontraktor yang otomatis material, seperti batu dan pasir serta produk turunan lainnya yakni beton dan precast akan terpakai oleh kontraktor sendiri.

Dengan begitu, pendapatan perseroan pada 2022 diharapkan tumbuh signifikan. 

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement