Share

Sri Mulyani Segera Bayar Kompensasi Pertamina-PLN Rp163 Triliun

Antara, Jurnalis · Jum'at 21 Oktober 2022 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 21 320 2692176 sri-mulyani-segera-bayar-kompensasi-pertamina-pln-rp163-triliun-2GiRf2gHIb.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani.(Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pemerintah segera membayar kompensasi bahan bakar minyak (BBM) kepada Pertamina dan listrik untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Total kompensasi yang dibayarkan mencapai Rp163 triliun.

Dari jumlah tersebut, uang pembayaran untuk kompensasi BBM pertamina sebesar Rp131 triliun dan Rp31,2 triliun untuk PLN.

Baca Juga: Negara Hadir! Pemerintah Bayar Kompensasi Rp64.5 Triliun, Perkuat Arus Kas Pertamina, Proteksi Daya Beli Masyarakat

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dalam realisasi belanja negara yang telah terserap Rp1.913,9 triliun hingga September 2022, atau 61,6% dari target tahun ini sebesar Rp3.106,4 triliun. Salah satu penggunannya untuk kompensasi BBM dan listrik.

Secara rinci, belanja negara terdiri atas belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang mencapai Rp674,4 triliun atau terserap 71,3 persen dari target APBN.

Baca Juga: Harga BBM Lebih Murah Rp4.000 dari Shell, Pertamina Dapat Kompensasi?

Realisasi itu dimanfaatkan untuk penyaluran berbagai bantuan sosial, program PEN ke masyarakat, pengadaan peralatan atau mesin, jalan, jaringan irigasi termasuk belanja pegawai yakni THR an gaji ke-13 dan kegiatan operasional K/L.

Kemudian belanja non K/L terealisasi sebesar Rp686,8 triliun atau baru terserap 50,7% dari target yang disalurkan untuk subsidi, kompensasi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik serta pembayaran pensiun serta jaminan kesehatan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca Juga: Hindari Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Penerbangan Jarak Jauh

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu transfer ke daerah (TKD) telah terealisasi Rp552,6 triliun atau 68,7 persen dari target dan mayoritas jenis TKD mengalami kenaikan kinerja penyaluran seiring kepatuhan pemerintah daerah yang lebih baik.

Terakhir untuk pembiayaan investasi telah terealisasi sebesar Rp60 triliun yang disalurkan kepada klaster infrastruktur untuk mendukung belanja modal K/L khususnya penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) serta pembiayaan sektor perumahan.

“Belanja negara sebagai tools dan shock absorber untuk menghadapi guncangan dari ekonomi global termasuk melindungi masyarakat dan perekonomian kita,” tegas Sri Mulyani, dikutip dari Antara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini